2 Kali Masuk Tim Paselnas UCCN, Loppies Buktikan Diri  Tembus Jejaring Kota Kreatif Dunia

by -19 Views

Jakarta,moluccastimes.id-Pembentukan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) untuk pengusulan nominasi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) tahun 2027 dilakukan Pemerintah Indonesia dalam upaya memperkuat strategi diplomasi budaya dan pengembangan ekonomi kreatif.

Salah satu Panselnas adalah Direktur Ambon Music Office (AMO), Ir. Ronny Loppies, M.ScF, sesuai Keputusan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Nomor SK/HK.01.01/21/MK-EK/2026 yang ditandatangani Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, pada 11 Februari 2026.

Demikian rilis yang diterima moluccastimes.id, Selasa 16/06/2026.

Untuk kedua kalinya pria kelahiran 06 Juli ini dipercaya dalam struktur Panselnas, membuktikan pengakuan terhadap kapasitas dan pengalaman yang dimilikinya di sektor ekonomi kreatif berbasis musik yang relevan dengan tata kelola kota kreatif, pembangunan jejaring internasional, serta penguatan ekosistem kreatif berbasis komunitas.

Keterlibatan Dosen Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti) ini juga memiliki relevansi strategis jika dikaitkan dengan posisi Ambon sebagai UNESCO City of Music sejak 2019. Pengalaman Ambon dalam mempertahankan status tersebut dipandang menjadi modal penting dalam proses pendampingan dan evaluasi daerah-daerah lain yang berupaya menembus jejaring kota kreatif dunia, terutama dalam aspek tata kelola, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan program kreatif.

Selain itu juga menandakan kepercayaan nasional terhadap figur-figur yang memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan kota kreatif serta tindak lanjut atas penunjukan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO kepada Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai focal point nasional dalam proses penjaringan dan pengusulan kota-kota kreatif Indonesia ke tingkat UNESCO.

Keberadaan Panselnas memiliki posisi strategis karena tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan menentukan kualitas representasi Indonesia di panggung global dengan tugas diantaranya menyusun mekanisme seleksi yang objektif, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dossier kabupaten/kota peserta, hingga menetapkan dua daerah dari subsektor kreatif berbeda yang akan diusulkan sebagai nominasi resmi Indonesia pada UCCN 2027.

Disisi lain pembentukan Panselnas UCCN 2027 menunjukkan bahwa pemerintah mulai menempatkan ekonomi kreatif sebagai instrumen pembangunan sekaligus diplomasi budaya. Pengakuan internasional terhadap suatu kota kreatif tidak lagi dipandang semata sebagai simbol prestise, melainkan sebagai peluang memperluas investasi, pariwisata berbasis budaya, penguatan identitas lokal, hingga pembukaan akses kolaborasi antarnegara.

Dengan komposisi tim yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi kreatif, proses seleksi diharapkan berlangsung lebih kredibel dan mampu menghasilkan nominasi daerah yang benar-benar merepresentasikan kekuatan budaya serta inovasi Indonesia di tingkat global.
Seluruh jajaran Panselnas dijadwalkan menjalankan tugas hingga 31 Desember 2027. (MT-01)