Apresiasi BI Maluku, Pemkot Ambon Sebut QRIS Jadi Jembatan Ekosistem Ekonomi Daerah

by -32 Views

“QRIS bertindak sebagai jembatan yang mengintegrasikan ekosistem perekonomian mulai dari masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, sektor perbankan, hingga industri pariwisata. Dengan adopsi sistem pembayaran modern ini, wisatawan yang berkunjung ke Ambon akan mendapatkan kemudahan akses transaksi tanpa perlu terkendala metode tunai. Di sisi lain, pelaku UMKM diuntungkan dengan kemudahan pelayanan, pencatatan data transaksi yang lebih rapi, serta perluasan jangkauan promosi,” jelas Srikandi Kota Ambon itu.

Ambon,moluccastimes.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku atas terselenggaranya ajang QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Jelajahi Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS” ini dinilai sangat relevan dengan tantangan pembangunan daerah saat ini, khususnya dalam memadukan inovasi teknologi dengan kearifan lokal.

“Transformasi digital tidak hanya memberikan kemudahan bertransaksi, tetapi juga menjadi motor penggerak penguatan UMKM, peningkatan daya saing daerah, serta pelestarian kekayaan budaya dan kuliner lokal kita,” ujar Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon, Ely Toisutta, S.Sos ketika membuka kegiatan, di Negeri Rutong, Senin 13/07/2026.

Pemkot Ambon, lanjutnya menyambut positif konsep acara yang secara apik memadukan edukasi transaksi digital dengan promosi pariwisata, budaya, dan kuliner.

“Sinergi ini dirasa krusial mengingat tren pertumbuhan ekonomi Kota Ambon yang terus menunjukkan kinerja positif dan membutuhkan fondasi inovasi yang berkelanjutan,” tandas ibu empat anak itu.

Kehadiran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), menurutnya memiliki peran strategis yang melampaui sekadar alat pembayaran modern.

“QRIS bertindak sebagai jembatan yang mengintegrasikan ekosistem perekonomian mulai dari masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, sektor perbankan, hingga industri pariwisata. Dengan adopsi sistem pembayaran modern ini, wisatawan yang berkunjung ke Ambon akan mendapatkan kemudahan akses transaksi tanpa perlu terkendala metode tunai. Di sisi lain, pelaku UMKM diuntungkan dengan kemudahan pelayanan, pencatatan data transaksi yang lebih rapi, serta perluasan jangkauan promosi,” jelas Srikandi Kota Ambon itu.

Lebih jauh, dikatakan pemilihan Negeri Rutong sebagai lokasi pembukaan acara juga dinilai sangat tepat.

“Negeri Rutong tidak hanya dikenal lewat panorama alamnya yang memukau, melainkan juga kekayaan sejarah, budaya, dan potensi ekonomi berbasis sagu yang menjadi identitas kuat masyarakat Maluku. Ini adalah potret kolaborasi yang nyata antara sektor keuangan, pemerintah daerah, pelaku usaha, dunia pariwisata, hingga masyarakat adat,” tambah Toisutta.

Wanita smart ini berharap peserta QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 menjadi duta promosi yang membawa cerita positif mengenai keindahan alam, kehangatan masyarakat, serta kelezatan kuliner Ambon ke ranah yang lebih luas.

“Selain itu, seluruh elemen mulai dari OJK, perbankan, akademisi, hingga media dapat memperkuat sinergi demi mendorong perluasan penggunaan digitalisasi pembayaran di pasar tradisional, pusat kuliner, hingga pelaku usaha mikro guna mewujudkan ekonomi daerah yang tangguh dan adaptif,” pungkasnya. (MT-01)