“Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama kami. Kondisi ini masih dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Notice to Airmen (NOTAM) terbaru. Kami terus melakukan monitoring dan berkoordinasi secara intensif dengan stakeholder terkait,” ujar pria smart jebolan Indonesian Civil Aviation Institute Curug itu.
Ambon,moluccastimes.id-Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau memicu gangguan ruang udara yang berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Internasional Pattimura Ambon (AMQ).
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Pattimura mengonfirmasi adanya penyesuaian jadwal massal pada Minggu 06/09/2026.
Sebanyak 8 jadwal penerbangan rute Jakarta–Ambon (PP) terpaksa dibatalkan demi alasan keselamatan. Akibat kebijakan ini, sebanyak 875 penumpang dilaporkan gagal terbang.
General Manager Bandara Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, menegaskan bahwa penutupan ruang udara dan penyesuaian rute ini mengutamakan aspek keselamatan penerbangan.
Pihaknya terus memantau situasi secara intensif.
“Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama kami. Kondisi ini masih dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Notice to Airmen (NOTAM) terbaru. Kami terus melakukan monitoring dan berkoordinasi secara intensif dengan stakeholder terkait,” ujar pria smart jebolan Indonesian Civil Aviation Institute Curug itu.
Berikut adalah rincian 8 penerbangan yang terdampak pembatalan.
Kedatangan dari Jakarta (ARR CGK–AMQ) :
Citilink QG210 (07.15 WIT) – 54 penumpang
Batik Air ID6170 (06.00 WIT) – 85 penumpang
Lion Air JT890 (06.25 WIT) – 125 penumpang
Garuda Indonesia GA646 (15.20 WIT) – 144 penumpang
Keberangkatan menuju Jakarta (DEP AMQ–CGK) :
Citilink QG211 (07.45 WIT) – 90 penumpang
Batik Air ID6171 (12.20 WIT) – 96 penumpang
Lion Air JT889 (07.30 WIT) – 160 penumpang
Garuda Indonesia GA647 (16.10 WIT) – 121 penumpang
Pihak otoritas bandara mengimbau para pengguna jasa yang memiliki tiket pada rute terdampak untuk segera menghubungi maskapai masing-masing guna mengurus proses refund atau penjadwalan ulang (reschedule).(MT-01)
