“Penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis membutuhkan dukungan yang kuat, khususnya dari pemerintah daerah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi yang mencakup dukungan pembiayaan pendidikan, pengembangan sarana dan prasarana kesehatan, serta peningkatan kapasitas rumah sakit pendidikan guna menjamin mutu lulusan yang unggul dan berdaya saing,” rincinya.
Ambon,moluccastimes.id-Rektor Universitas Pattimura Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd mengapresiasi peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (Unpatti), bertempat Aula Fakultas Kedokteran, Selasa,10/02/2026.
“Pembukaan PPDS merupakan hasil kerja kolektif dan dedikasi lintas sektor yang telah dirintis sejak lama,” aku Rektor.
Menurutnya, gagasan pengembangan pendidikan kedokteran di Unpatti telah dimulai sejak awal tahun 2000-an, yang kemudian diwujudkan dengan berdirinya Fakultas Kedokteran pada tahun 2008.
Seiring waktu, penguatan institusi terus dilakukan melalui akreditasi, pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, hingga akhirnya pada tahun 2026 Unpatti dipercaya untuk menyelenggarakan Program Pendidikan Dokter Spesialis untuk tiga program studi, yakni Ilmu Bedah, Ilmu Kebidanan dan Kandungan, serta Ilmu Penyakit Dalam.
“Penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis membutuhkan dukungan yang kuat, khususnya dari pemerintah daerah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi yang mencakup dukungan pembiayaan pendidikan, pengembangan sarana dan prasarana kesehatan, serta peningkatan kapasitas rumah sakit pendidikan guna menjamin mutu lulusan yang unggul dan berdaya saing,” rincinya.
Leiwakabessy juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses panjang persiapan pembukaan PPDS, mulai dari kementerian terkait, pemerintah daerah, pimpinan universitas, rumah sakit pendidikan, hingga para tokoh akademik dan rektor senior.
Rektor berharap agar peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis ini menjadi tonggak penting bagi kemajuan Unpatti dan pembangunan kesehatan di Maluku.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D dalam laporannya menjelaskan bahwa pembukaan PPDS merupakan manifestasi nyata dari perjuangan kolektif lintas sektor untuk menjawab tantangan kelangkaan dokter spesialis, khususnya di daerah kepulauan dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.
“Akselerasi pembukaan program ini berpijak pada dua kebijakan strategis nasional, yaitu kebijakan prioritas Presiden Republik Indonesia terkait percepatan pemenuhan sumber daya manusia kesehatan, serta program Campus Big Design Tech yang diluncurkan pada 22 Juli 2025 untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan tenaga medis,” papar Noya.
Wanita smart itu menjelaskan bahwa sejak tahun 2025 hingga awal 2026, Fakultas Kedokteran Unpatti telah melalui tahapan transformasi yang intensif dan terukur, meliputi konsolidasi strategis dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin sebagai mitra pembina, penyusunan dan workshop kurikulum berbasis karakteristik medis wilayah kepulauan, pengunggahan instrumen borang melalui platform nasional, hingga pelaksanaan evaluasi lapangan oleh tim penilai pusat pada Januari 2026.
Ditegaskan, peluncuran PPDS ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan komitmen Fakultas Kedokteran dan Universitas Pattimura untuk memutus mata rantai keterbatasan akses layanan kesehatan spesialis di Maluku.
Adapun Program Pendidikan Dokter Spesialis yang diluncurkan oleh FK Unpatti meliputi Ilmu Bedah, Obsteri Ginekologi dan Ilmu Penyakit Dalam.(MT-01)
