Gandeng Dua Kampus, Pemkot Ambon Gelar FGD Transformasi Birokrasi Digital

by -12 Views

“Pengembangan Smart City bukan sekadar membangun aplikasi, tetapi bagaimana mewujudkan perubahan tata kelola pemerintahan dengan memanfaatkan teknologi,” ujar Lekransy.

Ambon,moluccastimes.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Kominfo Statistik dan Persandian memfasilitasi gelaran Focus Group Discussion (FGD) terkait penelitian tata kelola pemerintahan berbasis Smart City, Kamis 20/08/2026.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata Semarang yang menggandeng Universitas Pattimura (Unpatti).

Penelitian ilmiah bertajuk “Peran Teori Komunikasi Massa dan Transformasi Birokrasi Digital Dalam Membangun Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Smart City di Kota Ambon” ini didanai oleh hibah BIMA dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI tahun 2026.

Kepala Dinas Kominfo  dan Persandian Kota Ambon, DR. Ir. Ronald H. Lekransy, M.Si membuka acara sekaligus menjadi pembicara kunci (keynote speaker).

Dalam paparannya, Lekransy membeberkan sejumlah tantangan nyata Kota Ambon, mulai dari kepadatan penduduk, layanan kesehatan yang kelebihan muatan (overload), tata ruang buruk, masalah sampah, kemacetan, hingga lemahnya integrasi layanan digital antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Pengembangan Smart City bukan sekadar membangun aplikasi, tetapi bagaimana mewujudkan perubahan tata kelola pemerintahan dengan memanfaatkan teknologi,” ujar Lekransy.

Ia menambahkan bahwa program Ambon Smart City yang dirintis sejak 2017 ini mencakup enam dimensi utama, yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment.

Pada tahun 2025, Kota Ambon berhasil masuk dalam 10 besar kota yang dievaluasi secara nasional dengan raihan nilai impresif 3,6 dari skala 4.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Ilmu Administrasi Publik FISIP Unpatti, Prof. Jusuf Madubun, menekankan pentingnya mengubah data menjadi pelayanan yang melahirkan kepercayaan publik.

Menurutnya, transformasi birokrasi digital di Ambon harus memperkuat kapasitas dan budaya birokrasi yang berakar pada nilai serta kearifan lokal.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti UNIKA Soegijapranata, Andreas Pandiangan, menjelaskan bahwa riset ini bertujuan merumuskan strategi komunikasi massa dan transformasi birokrasi digital.

Selain itu, penelitian ini diarahkan untuk mendongkrak partisipasi publik dalam pengambilan keputusan serta merumuskan karakteristik birokrasi digital yang ideal di Kota Ambon.(MT-01)