“Kita punya armada untuk mengangkat sampah ini masih sangat minim. Dari mulai kita dilantik sampai dengan hari ini, saya dan Pak Wali memilih tidak mau beli kendaraan dinas yang baru, tapi kami mengalokasikan dana itu untuk membeli truk sampah kurang lebih 10 truk,” ujar Wawali.
Ambon,moluccastimes.id-Pemerintah Kota Ambon mengambil langkah progresif dalam menangani persoalan sampah yang mencapai 250 ton per hari.
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos menegaskan bahwa dirinya bersama Wali Kota memilih untuk tidak membeli kendaraan dinas baru demi mengalokasikan anggaran untuk pengadaan 10 unit truk sampah.
Hal tersebut disampaikan Ely Toisutta saat menghadiri kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka (UT) Ambon di Pantai Wisata Galala, Jumat 14/08/2026.
Kegiatan ini berfokus pada penguatan UMKM wisata pantai melalui penyediaan booth kontainer dan optimalisasi pengelolaan sampah berbasis komposter.
“Kita punya armada untuk mengangkat sampah ini masih sangat minim. Dari mulai kita dilantik sampai dengan hari ini, saya dan Pak Wali memilih tidak mau beli kendaraan dinas yang baru, tapi kami mengalokasikan dana itu untuk membeli truk sampah kurang lebih 10 truk,” ujar Wawali.
Srikandi Kota Ambon itu menekankan bahwa pengelolaan kebersihan di kawasan wisata merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran masyarakat, bukan hanya pemerintah.
Warga dan pelaku usaha diimbau untuk memilah sampah dari sumbernya sebelum dibuang, terutama di area wisata.
“Melalui sistem komposter yang diperkenalkan dalam kegiatan ini, sampah organik kini dapat diolah menjadi kompos yang bernilai guna bagi lingkungan.Selain aspek lingkungan, pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata pantai juga menjadi prioritas,” lugasnya.
Pemkot Ambon, sambungnya, terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan memberikan bantuan langsung kepada pelaku UMKM di kawasan pantai, seperti pendampingan usaha, penyediaan booth kontainer, etalase, hingga bantuan modal tunai.
Disisi lain, Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi tinggi kepada UT Ambon atas inisiatif ini.
“Semoga program pendampingan dan edukasi pengelolaan sampah ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan berjalan secara berkelanjutan demi mengubah perilaku masyarakat dan meningkatkan daya tarik Pantai Galala,” tandasnya.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis tempat sampah khusus plastik dan tong sampah komposter oleh Wakil Wali Kota Ambon bersama Direktur UT Ambon, Yuli Tirtariandi El Anshori, kepada pengelola kawasan Pantai Wisata Galala.(MT-01)
