Gumulan Sidang Jemaat Ke-47 GPM Mahia, Lekransy : Perlu Strategi Dorong Kualitas Mental Spiritual Keumatan

by -52 Views

“Karena itu diperlukan strategi yang akurat, misalnya pengembangan kualitas sumber daya manusia tidak boleh beroreintasi pada kualitas teknis saja, namun harus mendorong kualitas mental dan spiritual keumatan. Hal seperti ini yang harus menjadi muatan gumulan Sidang ke-47 Jemaat GPM Mahia,” tandas pria smart itu.

Ambon,moluccastimes.id-Mengikuti era saat ini, maka posisi Gereja tidak hanya sebagai Lembaga religius, namun lebih menjadi pranata sosial atau social institution.

Hal tersebu0t dikatakan Majelis Pekerja Klasis (MPK) Pulau Ambon, Pnt. Dr. Ir Ronald Lekransy, M.Si dalam pembukaan Sidang ke-47 Jemaat GPM Mahia, Minggu 18/01/2026.

“Sebagai pranata sosial, gereja memiliki kepentingan dalam memenuhi kebutuhan spiritual maupun kebutuhan sosial manusia dengan kewajiban menyuarakan suara profetik yaitu keadilan bagi kelompok termarginalkan, menciptakan keseimbangan ekosistem, menolong mereka yang lapar dan haus, termasuk anak-anak yang belum beruntung di bidang pendidikan,” terang Lekransy.

Walaupun diakuinya, disisi lain gereja dihadapkan pada kemajuan ilmu dan teknologi secara masif yang memberikan peluang sekaligus ancaman.

“Karena itu diperlukan strategi yang akurat, misalnya pengembangan kualitas sumber daya manusia tidak boleh beroreintasi pada kualitas teknis saja, namun harus mendorong kualitas mental dan spiritual keumatan. Hal seperti ini yang harus menjadi muatan gumulan Sidang ke-47 Jemaat GPM Mahia,” tandas pria smart itu.

Dijelaskan, seluruh Sidang Jemaat yang dilakukan oleh Gereja Protestan Maluku (GPM) merupakan wujud komitmen bergereja.

“Pada hakekatnya gereja bertanggung jawab terhadap berbagai persoalan keumatan dan kemasyarakatan , sehingga sidang jemaat perlu menetapkan keputusan penting dalam hubungan dengan pertumbuhan kehidupan iman umat terutama dalam menyikapi dan menjawab berbagai tantangan dan perubahan yang berlangsung sangat cepat ditengah-tengah masyarakat yang pluralis dan dinamis ini,” aku pria yang juga Kepala Dinas InfokomSandiKota Ambon ini.

Sidang Jema0at GPM Mahia memiliki keunikan dan kerentanan topografi yang menantang para pelayan melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya di ladang Tuhan.

“Namun semua hal ini tidak menyurutkan semangat pelayan untuk melayani, dengan kesehatian dan kerendahan hati membangun persekutuan penuh cinta kasih bersama umat sebagai satu keutuhan Tubuh Kristus, merupakan benih yang ditanam serta terus bertumbuh dan menghasilan kontrubusi yang dinamis sebagai bagian dari GPM,” tandasnya.

Dirinya be0rharap dengan digelarnya Sidang jemaat ke-47Jemaat GPM Mahia ini, hasil sidang dapat menjawab semua kebutuhan pelayan keuamatan.

“Seluruh program kegiatannya harus berorientasi pada konteks jemaat melalui kearifan lokal yang perlu terus dihidupi dengan iman sehingga menghasilkan pertumbuhan rohani umat yang kemudian dapat menjawab konteks sebagai mitra pemerintah dan masyarakat,” kunci Lekransy. (MT-01)