“Hari ini gelar akademik resmi melekat pada nama saudara. Itu adalah amanah sekaligus tanggung jawab moral. Dunia sedang bergerak sangat cepat, penuh ketidakpastian, namun juga penuh peluang bagi mereka yang memiliki kreativitas, integritas, dan daya juang tinggi,” tegas Rektor di hadapan para wisudawan.
Ambon,moluccastimes.id-Universitas Pattimura (Unpatti) kembali melahirkan sumber daya manusia baru untuk Provinsi Maluku.
Sebanyak 1.036 mahasiswa resmi diwisuda dan menyandang gelar sarjana, magister, serta doktor pada periode Juli 2026.
Prosesi sakral ini berpusat di Auditorium Kampus Utama Poka, Ambon, serta diikuti secara daring oleh PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kepulauan Aru, Rabu 29/07/2026.
Namun, wisuda kali ini bukan sekadar seremoni perayaan kelulusan. Para lulusan baru kampus terbesar di Maluku ini langsung dihadapkan pada tantangan nyata yaitu era disrupsi teknologi dan ketidakpastian dunia kerja.
Ketua Senat Unpatti, Prof. Dr. Tony Pariela, dalam pidatonya mengingatkan bahwa disrupsi teknologi saat ini membawa dampak ganda bagi kehidupan manusia. Di satu sisi memberikan kenyamanan, namun di sisi lain menjadi tantangan besar yang siap mengeliminasi mereka yang tidak siap.
“Para wisudawan harus mampu memanfaatkan peluang teknologi dengan baik. Jadikan teknologi sebagai alat untuk membawa dampak positif, baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat luas,” ujar Pariela.
Senada dengan Ketua Senat, Rektor Unpatti Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menegaskan bahwa selembar ijazah bukanlah akhir dari perjalanan akademik. Dunia luar bergerak sangat cepat dan menuntut adaptasi yang tinggi.
“Hari ini gelar akademik resmi melekat pada nama saudara. Itu adalah amanah sekaligus tanggung jawab moral. Dunia sedang bergerak sangat cepat, penuh ketidakpastian, namun juga penuh peluang bagi mereka yang memiliki kreativitas, integritas, dan daya juang tinggi,” tegas Rektor di hadapan para wisudawan.
Rektor mengimbau para alumni untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner). Beliau mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual yang diperoleh di bangku kuliah tidak akan membawa manfaat bagi masyarakat jika tidak dibarengi dengan kejujuran dan etika yang kuat.
“Jadilah agen perubahan yang membawa solusi, bukan bagian dari masalah. Jaga nama baik almamater di mana pun para lulusan berkarya,” pesan Rektor menutup sambutannya.
Melalui momentum wisuda periode Juli 2026 ini, Unpatti berharap para alumninya tidak hanya menjadi penonton di era digital, melainkan mampu menunjukkan kompetensi profesional, mental yang tangguh, serta kepekaan sosial yang tinggi di tengah masyarakat.(MT-01)
