“TNI dan rakyat itu ibarat ikan dan air, tidak akan pernah bisa dipisahkan. Hari ini kami memakai seragam, tapi pada waktunya nanti, kami pun akan kembali menjadi masyarakat biasa seperti bapak-bapak sekalian,” ujar Pangdam.
Ambon,moluccastimes.id-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Veteran Nasional ke-23 dan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) tahun 2026 yang dirangkaikan dengan silaturahmi bersama komunitas masyarakat, merupakan panggung pesan penyemangat yang menyentuh hati Panglima Kodam (Pangdam) XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto yang digelar di Lapangan Makodam XV/Pattimura, Rabu 12/08/2026.
Diungkapkan Pangdam, pentingnya menghargai jasa para senior purnawirawan sekaligus menegaskan komitmen TNI untuk selalu menyatu dengan rakyat.
“TNI dan rakyat itu ibarat ikan dan air, tidak akan pernah bisa dipisahkan. Hari ini kami memakai seragam, tapi pada waktunya nanti, kami pun akan kembali menjadi masyarakat biasa seperti bapak-bapak sekalian,” ujar Pangdam.
Ditegaskan, dedikasi dan pengorbanan para veteran dan purnawirawan merupakan fondasi utama kedaulatan NKRI.
“Kehadiran para sesepuh TNI dalam acara tersebut tidak hanya menjadi simbol kehormatan, tetapi juga jembatan penghubung yang mempererat silaturahmi antara institusi militer aktif dengan komunitas pekerja harian seperti pengemudi ojol dan tukang becak,” lugas pria tampan dan energik itu.
Ke depan, para purnawirawan dan jajaran Kodam berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan sosial berkala setiap tiga bulan guna menjaga stabilitas dan kedekatan emosional dengan warga Maluku.
“Penting bagi kita semua untuk selalu menghargai jasa para senior purnawirawan. Nilai-nilai perjuangan mereka menjadi cerminan bahwa TNI dan rakyat adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” Pangdam mengingatkan.
Disisi lain, Pangdam memberikan apresiasi tinggi juga kepada para pekerja harian seperti pengemudi ojol dan tukang becak yang hadir.
Ia menyebut mereka sebagai “Pejuang Kehidupan” yang mulia karena bekerja keras setiap hari demi masa depan anak dan istri tanpa menuntut kemewahan.
“Bapak-bapak di depan saya ini adalah orang-orang mulia. Bekerja setiap hari bukan untuk menumpuk kekayaan, tapi demi menyambung masa depan anak dan keluarga. Itu adalah perjuangan yang sangat luar biasa,” tandas Jenderal Petarung itu. (MT-01)
