Kadiskes Kota Ambon Ingatkan Bahaya Olahraga Out Door Ditengah Maraknya Kabut Asap Tebal

by -13 Views

“Berolahraga di luar ruangan saat kondisi kabut asap lagi tebal justru berisiko tinggi menimbulkan penyakit berbahaya bagi tubuh. Ketika seseorang berolahraga dalam kondisi udara yang tercemar, volume udara yang dihirup meningkat secara drastis. Akibatnya, tubuh akan menghirup racun hingga 3 kali lipat lebih banyak dibandingkan saat beraktivitas normal dalam ruangan,” jelas pria yang kerap disapa dokter Ongky ini.

Ambon,moluccastimes.id-Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan selektif dalam melakukan aktivitas fisik di tengah kondisi udara yang buruk.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Stefanus Norimarna, M.K.M, Senin 12/10/2026.

“Berolahraga di luar ruangan saat kondisi kabut asap lagi tebal justru berisiko tinggi menimbulkan penyakit berbahaya bagi tubuh. Ketika seseorang berolahraga dalam kondisi udara yang tercemar, volume udara yang dihirup meningkat secara drastis. Akibatnya, tubuh akan menghirup racun hingga 3 kali lipat lebih banyak dibandingkan saat beraktivitas normal dalam ruangan,” jelas pria yang kerap disapa dokter Ongky ini.

Paparan polusi kabut asap saat berolahraga, menurut Norimarna akan memicu respons buruk dari tubuh yang dibagi dalam beberapa fase waktu :

• Fase Efek Langsung (0-15 Menit) yaitu Gejala awal yang langsung terasa meliputi tenggorokan kering serta mata perih akibat iritasi partikel asap.
• Fase Lanjutan (30 Menit) yaitu Paparan yang terus berlanjut memicu gejala yang lebih parah seperti batuk-batuk, sesak napas, hingga kepala pusing.
• Dampak Jangka Panjang yaitu Jika kebiasaan ini terus dilakukan, risiko kesehatan kronis mengintai, termasuk naiknya tekanan darah secara signifikan, kambuhnya penyakit asma, hingga iritasi saluran pernapasan yang bersifat permanen.

Kelompok Sensitif Wajib Waspada

Peringatan keras ini terutama ditujukan bagi kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori sensitif.

“Penderita hipertensi, sirosis, diabetes, lansia, serta anak-anak sangat dilarang untuk melakukan aktivitas fisik berat di luar ruangan saat kabut asap tebal menyelimuti kota,” tegasnya.

Rekomendasi Solusi Berolahraga yang Aman

Dikatakan, masyarakat tidak perlu sepenuhnya berhenti berolahraga, melainkan harus beralih ke metode yang lebih aman dengan syarat-syarat ketat sebagai berikut :

1. Pindah ke Ruang Tertutup (Indoor), Olahraga sebaiknya dilakukan di dalam ruangan tertutup dengan kondisi pendingin udara (AC) menyala dan seluruh jendela tertutup rapat guna menghalau masuknya partikel asap.
2. Pilih Olahraga Beban Ringan, Di dalam ruangan, masyarakat disarankan melakukan jenis olahraga intensitas ringan seperti skipping, menggunakan treadmill di pusat kebugaran (gym), gerakan plank, atau sit-up dengan durasi maksimal 30 menit.
3. Batasi Aktivitas jika Terpaksa di Luar Rumah, Apabila terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dilarang keras melakukan olahraga intensitas tinggi seperti berlari cepat, bermain futsal, atau bersepeda kencang. Aktivitas di luar ruangan dibatasi hanya untuk jalan pelan dengan durasi kurang dari 30 menit.

“Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak menjaga kesehatan pernapasan dan memahami kapan waktu yang tepat untuk membatasi aktivitas luar ruangan demi keselamatan bersama,” tandas dokter berkacamata itu.(MT-01)