Kepsek SMA Negeri Siwalima Ambon Buka Suara Terkait Isu Perundungan : Itu Sepihak & Tendensius!

by -3 Views
Kepala Sekolah La sini La Haya, SMA Negeri Siwalima

“Peristiwa pelanggaran disiplin itu sebenarnya sudah terjadi dua pekan lalu, dan para pelaku sudah menerima serta selesai melaksanakan sanksi akademik mereka. Masalah ini sudah clear. Jadi sangat aneh dan tendensius jika media baru memviralkannya sekarang dengan narasi yang dibesar-besarkan. Perlu digarisbawahi dengan tebal, kami tidak pernah membiarkan tindakan perundungan hidup di sekolah ini!” tandasnya dengan nada bicara yang tegas.

Ambon,moluccastimes.id-Kepala SMA Negeri Siwalima Ambon, La Sini La Haya, S.Pd., secara resmi memberikan klarifikasi sekaligus membantah keras pemberitaan salah satu media online mengenai dugaan penganiayaan terhadap siswa junior di lingkungan sekolah tersebut.

Berdasarkan hasil penelusuran tajam dan investigasi internal yang komprehensif oleh pihak sekolah, informasi yang beredar luas tersebut ditegaskan sama sekali tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

“Kami sangat peduli dan memperhatikan hal seperti ini. SMA Negeri Siwalima memiliki komitmen nol toleransi (zero tolerance) terhadap segala bentuk kekerasan. Tindakan oknum kakak kelas kepada adik kelas tersebut memang sebuah pelanggaran aturan sekolah, dan kami tidak tinggal diam. Mereka yang terlibat telah langsung kami tindak tegas dan diberikan sanksi disiplin yang keras sesuai aturan yang berlaku,” tegas La Sini La Haya di ruang kerjanya, Kamis, 10/09/2026.

Walaupun demikian, beliau menegaskan, pelanggaran indisipliner perorangan tersebut sama sekali tidak bisa dijadikan dasar untuk menggiring opini adanya praktik senioritas akut atau penganiayaan sistemik di sekolah.

Saat ini, SMA Negeri Siwalima Ambon terus menggalakkan komitmen bersama untuk menjaga lingkungan asrama dan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan.

“Selain sosialisasi berkala, kami juga menggelar pertemuan lintas jenjang untuk membudayakan sikap saling menghormati layaknya kakak dan adik. Kami juga telah mengadakan penandatanganan komitmen bersama menolak perundungan di lingkungan sekolah. Jika ada riak masalah, jalurnya adalah musyawarah atau langsung dilaporkan ke guru piket untuk diselesaikan secara institusi, bukan dengan tindakan sepihak,” jelasnya secara mendalam.

La Sini La Haya sangat menyesalkan sikap media online yang memviralkan isu tersebut tanpa melakukan konfirmasi, padahal masalah internal itu telah diselesaikan secara tuntas sejak jauh hari.

“Peristiwa pelanggaran disiplin itu sebenarnya sudah terjadi dua pekan lalu, dan para pelaku sudah menerima serta selesai melaksanakan sanksi akademik mereka. Masalah ini sudah clear. Jadi sangat aneh dan tendensius jika media baru memviralkannya sekarang dengan narasi yang dibesar-besarkan. Perlu digarisbawahi dengan tebal, kami tidak pernah membiarkan tindakan perundungan hidup di sekolah ini!” tandasnya dengan nada bicara yang tegas.

Untuk meluruskan simpang siur di tengah masyarakat, Kepala Sekolah memaparkan tiga poin utama hasil investigasi resmi SMAN Siwalima Ambon :

1. Bantahan Resmi dari Orang Tua Siswa : Wali kelas telah mengonfirmasi langsung orang tua siswa berinisial RPL (yang namanya dicatut dalam pemberitaan media online). Orang tua secara jujur menyatakan bahwa anak mereka tidak pernah menjalani visum karena memang tidak ada penganiayaan fisik. Pihak keluarga juga tidak pernah melakukan pelaporan ke pihak berwajib. Dengan demikian, kebenaran narasi penganiayaan dalam berita viral tersebut gugur dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
2. Komitmen Mutlak Anti-Kekerasan: SMA Negeri Siwalima Ambon menegaskan tidak pernah membenarkan, menoleransi, atau menutup-nutupi segala bentuk kekerasan fisik, pemaksaan merokok, ataupun tindakan apa pun yang merendahkan martabat serta privasi peserta didik.
3. Supermasi Aturan Sekolah: Setiap pelanggaran siswa, sekecil apa pun, selalu ditangani melalui proses hukum pembinaan resmi yang terukur, objektif, dan sesuai dengan ketentuan tata tertib sekolah tanpa tebang pilih.

“Karena itu, kami sangat menyayangkan munculnya pemberitaan sepihak yang tidak berbasis fakta riil ini. Kami berharap ke depannya rekan-rekan media maupun masyarakat dapat melakukan check and recheck serta konfirmasi langsung kepada manajemen sekolah terlebih dahulu. Jangan sampai publik disuguhi informasi yang pincang. Kita butuh informasi yang utuh, benar, dan berimbang demi menjaga psikologis anak-anak yang sedang belajar,” pungkas La Sini La Haya.(MT-01)