Maluku Manggurebe 2026 : Hilirisasi & Digitalisasi, Kunci BI Dorong UMKM Maluku Tembus Pasar Global

by -13 Views

Hilirisasi komoditas lokal secara berkelanjutan ini dinilai sangat krusial untuk membuka peluang usaha baru sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat Maluku.

Ambon,mo,luccastimes.id-Bank Indonesia (BI) berkomitmen penuh mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Maluku untuk naik kelas melalui pemanfaatan ekosistem digital dan hilirisasi komoditas lokal.

Langkah strategis ini disuarakan dalam pembukaan festival tahunan 6th Maluku Manggurebe 2026 yang berlangsung 8-10 Oktober 2026 yang berlangsung di Taman Pattimura Ambon.

Dalam sambutannya secara daring via Zoom, Deputi Gubernur BI Thomas A.M. Djiwandono menantang para pelaku UMKM Maluku untuk berhenti menjual komoditas daerah dalam bentuk bahan mentah.

Menurutnya, kekayaan alam Maluku yang melimpah mulai dari hasil perikanan, pala, cengkih, kelapa, hingga kerajinan tenun memiliki potensi ekonomi jauh lebih besar jika diolah menjadi produk jadi yang bernilai tambah tinggi.

“Kekayaan sumber daya dan budaya ini merupakan modal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui pengembangan rantai pasok yang terintegrasi,” kata Thomas, Jumat 09/10/2026.

Hilirisasi komoditas lokal secara berkelanjutan ini dinilai sangat krusial untuk membuka peluang usaha baru sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat Maluku.

Selain hilirisasi, BI menyoroti pentingnya perluasan teknologi digital yang kini tumbuh masif di Maluku. BI mencatat volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Maluku sukses melejit hingga 629,8 persen hingga Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, Thomas menegaskan bahwa digitalisasi tidak boleh berhenti pada sistem pembayaran saja.

“Pemanfaatan teknologi digital ke depan perlu diperluas, tidak hanya untuk pembayaran, tetapi juga untuk memperkuat hubungan antarpelaku usaha dan membangun rantai pasok yang lebih terintegrasi,” ujarnya.

Ajang Maluku Manggurebe 2026 yang memasuki tahun ke-enam ini menjadi wadah kolaborasi besar antara BI, pemerintah daerah, Dekranasda, Forkopimda, serta asosiasi perbankan.

Festival ini menghadirkan beragam agenda edukatif dan interaktif, seperti diskusi panel, lokakarya, berbagai perlombaan, peragaan busana kain tenun khas Maluku, kurasi produk, pameran UMKM, hingga edukasi masif sistem pembayaran digital.

Melalui program UMKM potensial, UMKM digital, hingga UMKM go export, BI memastikan akan terus memfasilitasi pelaku usaha lokal melalui penguatan rantai pasok, peningkatan kualitas produk, serta penyediaan akses pembiayaan.

Sinergi ini diharapkan terus berlanjut demi mendukung pertumbuhan ekonomi Maluku yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan di pasar nasional maupun internasional.(MT-01)