“Ah, tidak juga, ibu. Kami melakukan saja apa yang bisa kami kerjakan, karena RSUD ini didirikan untuk merawat yang terluka dan yang terpinggirkan. Sehingga yang pertama kami lakukan adalah memberikan rasa nyaman kepada pasien,” ucap dr. Bonny.
Ambon,moluccastimes.id-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Wem Tehupeiory yang berlokasi di Negeri Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel) memiliki keunikan tersendiri.
Kesan ini yang ditemukan moluccastimes.id ketika berkesempatan mengunjungi RSUD tersebut, Senin, 02/11/2026.
Sapaan Ramah dan Senyum Manis
Memasuki pelataran RSUD, didepan pintu, moluccastimes disambut oleh petugas jaga dengan sapaan : “Selamat pagi ibu, ada yang bisa kami bantu”?. Dengan nada bersahabat dan sopan petugas tersebut menyilahkan untuk duduk serta mengisi buku tamu.
Sesaat kemudian sang petugas masuk ke ruang dalam untuk memberitahukan kepada resepsionis kepentingan moluccastimes. Setelah kembali, petugas menyilahkan moluccas masuk menuju resepsionis yang juga sebagai loket pendaftaran dan informasi pasien.
Ketika memasuki loby, moluccastimes disuguhkan dengan penataan ruang tamu yang cozy, nyaman, bersih serta rapi bahkan diiringi dengan sayup-sayup lantunan musik yang sengaja didesain untuk menghadirkan ketenangan jiwa terutama bagi tamu yang datang.
Penataan ruang tamu bak lobi sebuah hotel berbintang ini dilengkapi desk resepsionis yang rapi, perangkat sofa dengan interrior modern didominasi warna hijau dan coklat.
Dengan senyum manis dan bernada sopan, resepsionis menyapa dan menyilahkan moluccastimes duduk di sofa yang nyaman sambil tentunya menikmati sayup-sayup alunan musik yang tenang.
Pagi itu, moluccastimes berkesempatan memenuhi pertemuan yang telah diagendakan sebelumnya bersama Direktur RSUD dr. Wem Tehupeiory, dr. Bonny Pattipawaey, M.Kes.
Beberapa saat kemudian, seorang pegawai datang dan mempersilahkan moluccastimes menemui sang Direktur yang rendah hati itu.
Melewati pintu pengubung, moluccastimes disuguhkan pemandangan asri nan hijau, terasa nyaman, suasana menuju ruangan Direktur dibungkus dengan ketenangan yang luar biasa. Tidak ada hiruk pikuk seperti rumah sakit pada umumnya.
“Wah, pasien yang masuk kesini pasti sembuh lebih cepat,” ucap lirih moluccastimes saat bertemu sang Direktur luar biasa itu.
Ucapan tersebut ditampik dengan lembut oleh sang Direktur.
“Ah, tidak juga, ibu. Kami melakukan saja apa yang bisa kami kerjakan, karena RSUD ini didirikan untuk merawat yang terluka dan yang terpinggirkan. Sehingga yang pertama kami lakukan adalah memberikan rasa nyaman kepada pasien,” ucap dr. Bonny merendah.
Tour de Hospital
Moluccastimes pun kemudian diajak mengelilingi areal RSUD, diawali dengan mengunjungi pasien dalam setiap ruang perawatan.
Ada 4 ruang perawatan antara lain : Ruang Rawat Inap Kelas III dengan total 18 tempat tidur, kemudian Ruang Rawat Inap Kelas I dengan 2 tempat tidur, Ruang isolasi untuk pasien penyakit menular dengan 3 tempat tidur serta Ruang ICU dengan ventilator untuk perawatan intensif 1 tempat tidur.
Seluruh tempat tidur baru dan ditata dengan rapi serta bersih sehingga sangat representatif bagi pasien. Bahkan setiap ruangan menggunakan mesin pendingin (AC).
Sementara itu ruang operasi kini menunggu perampungan. “Tinggal 10 persen saja. Dan setelahnya kita akan melakukan launching,” timpal dr. smart itu.
Seluruh peralatan kesehatan yang ada di RSUD dr. Wem Tehupeiory ini terlihat canggih untuk RSUD bertipe D (yang baru dialihkan dari Puskesmas Rawat Inap pada Juli 2026 lalu).
RSUD ini memiliki ruang UGD yang representatif dengan peralatan medis yang menunjang.
Ruang perawatan insentif ini memiliki alat bantu pernafasan (Ventilator ICU), Mesin Anestes Ventilator (Anethesia Machine and Workstation) yang cukup canggih.
Didalam ruangan ini juga terdapat Meja Operasi (Operating Table), meja khusus yang dapat dinaikkan, diturunkan, atau dimiringkan sesuai posisi kebutuhan bedah, Lampu Operasi (Surgical Light) : Lampu fokus tinggi yang dapat diatur untuk menerangi area tindakan tanpa menimbulkan bayangan, Monitor Pasien (Patient Monitor), Set Instrumen Bedah Steril : Kumpulan alat-alat bedah (seperti pisau bedah, gunting, pinset, klem, dan retraktor) yang telah disterilkan, Unit Elektrokauter (Electrocautery).
Sementara itu ruang rehabilitasi medik dilengkapi dengan MWD (Microwave Diathermy) untuk terapi panas jaringan dalam serta tempat tidur pasien.
“Seluruh alat-alat ini representatif ya dok, dan kelihatan mahal,” timpal moluccas.
“Puji Tuhan, baru empat bulan kita beralih dari status Puskesmas Rawat Inap ke RS tipe D, semua peralatan ini datang dari berbagai saluran, dari Pemkot Ambon sudah pasti tetapi ada juga sumbangan serta bantuan dari pihak lain seperti dari Belanda juga Jakarta. Kita syukuri saja bu,” tandas ayah satu anak itu.
Sambil berkeliling, moluccas kemudian diajak mengunjungi ruangan laboratorium yang berada pada sisi kanan dari ruang tamu.
Lab ini berdekatan dengan ruang dokter saraf, ruang poli gigi, ruang poli anak.
Ruang laboratorium yang tertata rapi dan bersih itu memiliki SuperFlex, Automated CLIA (Chemiluminescene Immunpassay Analyzer) dengan kemampuan melakukan 60 tes dalam waktu 5 menit serta lemari penyimpan alat-alat lab.
Sementara ruang dokter gigi dilengkapi Dental Unit, Checklist Alat, Sterilisasi, dan RME.
Untuk ruang dokter saraf atau fisioterapi dilengkapi USG teknologi tinggi mindray dc-70.
Menurut dokter spesialis Neurolog, dr. Semuel Alexander Wagiu Sp.N yang sempat ditemui moluccas di ruangannya, USG tersebut dapat juga digunakan untuk Obstetri dan Ginekologi, pemeriksaan Abdomen, pemeriksaan Ekokardiograf atau Vaskular serta pemeriksaan jaringan lunak dan kelenjar.
Fisioterapi juga memiliki ruangan khusus bagi pasien untuk melatih seluruh saraf.
“Ruang ini seperti gym karena dilengkapi dengan Smart Magnetik Bike, Kinetik Home Gym atau mesin latihan serbaguna. Treadmill Elektric, Bangku latihan kebugaran (Adjuustable Bench), Hex dumbbell dengan masing-masing bobotnya. Kursi roda (wheelchair) Gait Trainer. Jadi pasien bila lakukan Fisioterapi sesuai dengan kemampuannya.,” ungkap dr. Semuel.
Pada bagian kiri ruang tamu, terdapat apotik untuk mengambil obat juga ruangan untuk bendahara rumah sakit.
Disis lain, untuk mobilisasi pelayanan pasien, RSUD dilengkapi 2 Hyunday Stargazer yang dimodifikasi sebagai ambulance dengan lampu rotator darurat (lightbar) warna merah.
“Keduanya merupakan bantuan Pemkot Ambon,” timpalnya.
Keliling bersama ini berakhir di ruangan Direktur RSUD yang berarti ruangan kerja dr. Bonny.
Disisi kanan ruangan terdapat ruang kerja Direktur.
“Wow, sejuk dan rapi,” cetus moluccastimes saat memasuki ruangan.
Dalam ruangan terdapat meja kerja, seperangkat sofa yang nyaman serta CCTV yang menampilkan pemantauan berbagai sudut ruangan atau area secara bersamaan (Multi Channell Split View).
Melalui perjalanan hari ini, sangat diharapkan RSUD dr. Wem Tehupeiory tipe D ini beranjak ke tipe C.
Dan semakin banyak pasien yang kurang mampu dapat berobat disini dengan kenyamanan, ketentraman hakiki melalui pelayanan yang diberikan baik oleh para dokter maupun para perawat yang ada.(MT-01)
