OJK Maluku Ajak Pelajar SMPN 7 Ambon Bangun Tiga Kebiasaan Keuangan Sehat Sejak Dini

by -5 Views
Asisten Manajer OJK Provinsi Maluku, Rovel S.E.A. Ayal, SE

Melalui tindakan nyata seperti menyisihkan uang saku dan meningkatkan kewaspadaan terhadap transaksi mencurigakan, para pelajar diharapkan tidak hanya cerdas secara individu, tetapi juga mampu menjadi agen literasi keuangan yang membawa dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Ambon,moluccastimes.id-Kegiatan edukasi keuangan bertajuk Goes to School di SMP Negeri 7 Ambon besutan CIMB Niaga Cabang Ambon turut diapresiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku.

Prosesi penyambutan oleh siswa SMP N 7 Ambon

“Kegiatan yang menjadi bagian dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 ini bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan generasi muda agar mampu memanfaatkan layanan perbankan secara aman dan bijak,” ungkap Asisten Manajer OJK Provinsi Maluku, Rovel S.E.A. Ayal, SE disela pembukaan CIMB Niaga Goes to School yang digelar di SMP Negeri 7 Ambon, Kamis 22/10/2026.

Asisten Manajer OJK Provinsi Maluku, Rovel Ayal, menegaskan bahwa edukasi bagi pelajar tidak boleh berhenti pada penyampaian teori, melainkan harus menjadi titik awal pembentukan karakter dan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Disambut Kepsek SMP N 7 Ambon

“Sebagai calon penggerak perekonomian masa depan, pemahaman pengelolaan keuangan dinilai sangat krusial ditanamkan sejak usia sekolah. Kami berharap kegiatan ini bukan menjadi akhir, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan baik yang dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan,” ujar Ayal dalam sambutannya.

Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Maluku 2026

Dalam kesempatan tersebut, OJK memaparkan data terbaru hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 untuk Provinsi Maluku :

• Indeks Literasi Keuangan: 63,87 persen
• Indeks Inklusi Keuangan: 87,57 persen

“Tingginya akses masyarakat terhadap layanan keuangan (inklusi) harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai (literasi). Hal ini penting agar masyarakat tidak sekadar menggunakan produk perbankan, tetapi juga mampu melindungi diri dari berbagai modus penipuan transaksi digital yang kian marak,” jelasnya.

Untuk memperluas dampak edukasi, sambungnya, OJK terus mendorong Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, serta dunia pendidikan.

Tiga Kebiasaan Keuangan untuk Pelajar

Disisi lain, Ayal mengajak para siswa SMP Negeri 7 Ambon untuk langsung mempraktikkan tiga langkah konkret dalam membangun keuangan yang sehat antara lain :

1. Rutin Menabung: Membiasakan diri menyisihkan sebagian uang saku ke rekening Simpanan Pelajar (SimPel).
2. Bijak Mengelola Uang: Belajar membedakan antara kebutuhan utama dan keinginan sebelum berbelanja.
3. Transaksi Secara Aman: Memahami manfaat produk perbankan sekaligus menjaga kerahasiaan data pribadi agar terhindar dari penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Melalui tindakan nyata seperti menyisihkan uang saku dan meningkatkan kewaspadaan terhadap transaksi mencurigakan, para pelajar diharapkan tidak hanya cerdas secara individu, tetapi juga mampu menjadi agen literasi keuangan yang membawa dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Jadikan hari ini sebagai titik awal, bukan sekadar kegiatan sehari. Mulai dari diri sendiri, mulai dari uang sendiri, mulai dari sekarang,” pungkas Ayal.(MT-01)