Padu Padan KIP Kuliah & IPK 3,84 Bawa Anak Security Ini Sandang Cum Laude

by -23 Views
Christina Anamaria Pattinama

“Beasiswa yang diterima bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi juga kesempatan emas untuk memperjuangkan cita-cita, mewujudkan impian, serta membanggakan keluarga dan tanah air,” pesan gadis yang terlahir dari ayah seorang Security ini.

Ambon,moluccastimes.id-Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kembali membuktikan perannya dalam memutus rantai keterbatasan ekonomi dan membuka akses pendidikan tinggi.

Christina Anamaria Pattinama, putri pasangan Hendrik Cornelius Pattinama dan Rini Mainake ini, berhasil menyelesaikan studinya di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura dengan meraih predikat Cum Laude.

Sulung dari dua bersaudara ini berhasil menuntaskan perannya sebagai mahasiswa dari Kampus Hotumesse itu, dalam waktu 3 tahun 10 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang sangat memuaskan 3,84 dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat dalam rangka Wisuda Periode Oktober 2026, Senin 02/11/2026.

Menopang Impian Sejak Semester Awal

Diakui gadis belia ini, bantuan finansial dari pemerintah tersebut menjadi pilar utama di balik keberhasilan akademiknya.

Untuk diketahui, Pattinama tercatat sebagai penerima beasiswa KIP Kuliah penuh sejak semester pertama hingga berhasil menyelesaikan pendidikan pada semester kedelapan.

“Bantuan ini menjadi dukungan penting dalam perjalanan akademik saya, sekaligus kebanggaan tersendiri bisa membuktikan bahwa penerima beasiswa mampu meraih prestasi tinggi,” ungkap gadis smart itu.

Mahasiswi asal Negeri Oma, Kabupaten Maluku Tengah ini memotivasi sesama mahasiswa dan calon penerima beasiswa di seluruh Indonesia agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan optimal.

“Beasiswa yang diterima bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi juga kesempatan emas untuk memperjuangkan cita-cita, mewujudkan impian, serta membanggakan keluarga dan tanah air,” pesan gadis yang terlahir dari ayah seorang Security ini.

Sebagai pemuda yang berasal dari daerah, Christina menaruh harapan besar pada keberlanjutan program ini.

“Harapan kedepan, agar pemerintah memperluas jangkauan beasiswa ke wilayah-wilayah terpencil sehingga sebaran beasiswa menyentuh generasi di pelosok Maluku. Sebab dengan akses pendidikan tinggi yang merata akan memberikan kesempatan yang sama bagi putra-putri daerah untuk berkembang. Sehingga pada akhirnya melahirkan generasi muda daerah yang siap mengambil peran kepemimpinan dan membangun tanah kelahirannya sendiri,” tandas gadis manis ini.

Keberhasilan Christina menjadi bukti nyata bahwa jika didukung dengan akses pendidikan yang tepat, generasi muda dari pelosok Maluku memiliki potensi besar untuk bersaing dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerah.(MT-01)