Presiden Prabowo Minta Maaf Tidak Bisa Hadir, Ground Breaking Tetap Dilakukan Secara Daring

by -11 Views

“Pemerintah berharap proyek ini dapat berjalan sesuai target dan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan kemandirian energi serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global,” pungkas Presiden disela Ground Breaking.

Jakarta,moluccastimes.id-Sesuai jadwal, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan peletakan batu pertama (Ground Breaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 16/07/2026.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara fisik saat Ground Breaking yang berlokasi di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

“Saya berharap walaupun hadir secara virtual tidak mengurangi komitmen serta dukungan pemerintah terhadap pembangunan proyek energi nasional tersebut. Awalnya saya berkeinginan hadir, namun ada berbagai agenda kenegaraan yang tidak bisa saya tinggalkan di pusat, sekali lagi saya mohon maaf bagi semua saudara saya di Maluku,” ungkap Presiden.

LNG Abadi Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Proyek ini juga menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangannya sebagai bagian dari upaya mendukung pengurangan emisi karbon dan transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

“Setelah melalui perjalanan panjang sejak penandatanganan kontrak kerja sama pada tahun 1998, proyek yang telah dipersiapkan selama hampir tiga dekade ini akhirnya memasuki tahap konstruksi. Dimulainya pembangunan tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri migas nasional dan diharapkan mampu memberikan manfaat yang luas, mulai dari peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga percepatan pembangunan di Provinsi Maluku dan Indonesia secara keseluruhan,” papar Presiden.

Groundbreaking PSN LNG Abadi Masela menjadi simbol dimulainya babak baru pengembangan sektor energi nasional.

“Pemerintah berharap proyek ini dapat berjalan sesuai target dan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan kemandirian energi serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global,” pungkas Presiden saat Ground Breaking

Prosesi Ground Breaking di Kepulauan Tanimbar dihadiri secara langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.

Turut hadir pula jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh agarama serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan Proyek Blok Masela.

Keberhasilan terselenggaranya Ground Breaking ini juga tidak terlepas dari peran aktif berbagai pihak, termasuk dukungan pengamanan dan koordinasi yang dilakukan oleh TNI Angkatan Darat di bawah komando “Jenderal Petarung” Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.(MT-01)