Rektor Unpatti Apresiasi DFL Besutan OJK Maluku

by -16 Views

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa sehingga mereka dapat memahami risiko dalam menghadapi perubahan yang cepat di sektor keuangan digital dan kripto, agar terhindar dari risiko kerugian investasi pada instrumen keuangan digital,” ucap Rektor.

Ambon,moluccastimes.id-Kuliah Umum Digital Financial Literacy (DFL) inisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku diapresiasi Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, disela kegiatan yang berlangsung di Aula Rektorat Unpatti, Senin 04/05/2026.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa sehingga mereka dapat memahami risiko dalam menghadapi perubahan yang cepat di sektor keuangan digital dan kripto, agar terhindar dari risiko kerugian investasi pada instrumen keuangan digital,” ucap Rektor.

Dikatakan, perubahan di sektor keuangan saat ini berlangsung sangat cepat, bahkan melampaui kecepatan perkembangan regulasi.

“Oleh karena itu, edukasi kepada generasi muda menjadi sangat penting agar mereka tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat dalam mengambil keputusan keuangan secara bijak,” lugasnya.

Kuliah umum tersebut juga menghadirkan narasumber Direktur Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Ludy Arlianto; Chief Financial Officer Indonesia Crypto Exchange (ICEX) Rizky Indraprasto; Legal, Compliance & Government Relations PT Kripto Maksima Koin Eveline Shinta, dan Head of Marketing PT Multikripto Exchange Indonessia, Vincent.

Kegiatan ini diselenggarakan secara luring dan diikuti oleh sekitar 400 orang mahasiswa dan sivitas akademika dari Unpatti

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Mochammad Muchlasin, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan IAKD OJK Djoko Kurnijanto, Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady, serta Ketua Umum Asosiasi Blockchain Indonesia, Robby.

Melalui penyelenggaraan DFL, OJK memperkuat kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia untuk terus mengedukasi masyarakat, termasuk sivitas akademika, agar mampu memanfaatkan produk dan layanan keuangan digital secara bijak dan bertanggung jawab guna mewujudkan masyarakat yang cerdas secara finansial, aman secara digital, dan matang dalam mengambil keputusan investasi pada instrumen keuangan yang berisiko tinggi.(MT-01)