“Kita harus jujur melihat itu. Walaupun kita tetap bangga menjadi warga Kota Ambon, tapi membangun kota ini ke depan mesti direncanakan dengan baik,” tandasnya.
Ambon,moluccastimes.id-Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si secara blak-blakan mengakui realitas tata kota saat ini yang kerap dinilai sebagian orang seperti “kampung besar”.
Untuk mengubah kondisi tersebut dan meningkatkan kualitas hidup warga, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kini mendorong penataan ruang baru berbasis Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).
Langkah strategis ini dibahas dalam pembukaan Konsultasi Publik (KP) 2 KLHS Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Ambon tahun 2011-2031, Rabu 05/08/2026.
Agenda penutup ini diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon yang bekerja sama dengan Universitas Pattimura (Unpatti).
Dalam sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk jujur melihat kondisi riil geografis kota saat ini. Ia mencontohkan carut-marutnya zonasi wilayah, di mana gedung perbankan bisa langsung berhimpitan dengan rumah penduduk, yang akhirnya memicu masalah lingkungan dan pengelolaan sampah.
“Kita harus jujur melihat itu. Walaupun kita tetap bangga menjadi warga Kota Ambon, tapi membangun kota ini ke depan mesti direncanakan dengan baik,” tandasnya.
Menurutnya, pusat kota sudah tidak memiliki lahan tersisa untuk pembangunan. Oleh karena itu, Pemkot Ambon berniat mengalihkan pusat pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur ke wilayah baru di luar pusat kota.
Desain tata ruang yang matang dinilai menjadi kunci utama agar fungsi ruang dan keindahan lingkungan bisa berpadu secara seimbang.
Wali Kota menegaskan bahwa muara dari seluruh penataan ruang ini adalah peningkatan kualitas hidup warga di berbagai lini, mulai dari pemerataan akses pendidikan hingga kesehatan.
Lebih lanjut, dokumen RTRW ini nantinya akan diturunkan ke dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) demi menjamin kepastian investasi di Kota Ambon.
Melalui wadah Konsultasi Publik kedua ini, Wali Kota berharap seluruh pihak dapat memberikan masukan konkret agar cetak biru tata ruang Ambon melahirkan kenyamanan dan kedamaian jangka panjang bagi seluruh warganya. (MT-01)
