Ambon,moluccastimes.id-Kolaborasi kuat antara Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku dan pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi digital berbuah manis di tingkat nasional.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar 24 September 2026, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) sukses menyabet peringkat pertama sebagai kabupaten terbaik di wilayah Maluku.
Prestasi gemilang ini juga diikuti oleh Pemerintah Provinsi Maluku yang berhasil mengamankan peringkat ketiga sebagai provinsi terbaik dalam implementasi percepatan dan perluasan digitalisasi daerah.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata keberhasilan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di bumi Raja-Raja.
Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Dicky R. Afryanto, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari komitmen bersama untuk menjadikan digitalisasi sebagai mesin utama penggerak ekonomi daerah.
“Digitalisasi ini adalah salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Dicky dalam kegiatan Sarasehan Wartawan di Swiss-Belhotel Ambon, Selasa 29/09/2026.
Ekosistem Digital Maluku Tumbuh Pesat
Bukan sekadar penghargaan, efektivitas integrasi sistem pembayaran digital ini tercermin langsung pada lonjakan aktivitas ekonomi masyarakat.
Berdasarkan data BI hingga Agustus 2026, ekosistem transaksi digital di Maluku mencatatkan performa yang solid :
• Jumlah Transaksi: Mencapai sekitar 18.740 transaksi.
• Volume Transaksi: Terpantau sekitar Rp16,5 juta.
• Nominal Ekonomi: Menembus angka sekitar Rp121 juta.
Melalui wadah TP2DD, BI Maluku berkomitmen penuh untuk terus memperluas jaringan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Penguatan ETPD diharapkan tidak hanya menciptakan tata kelola keuangan publik yang lebih transparan dan efisien, tetapi juga memperluas inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat di kepulauan Maluku.(MT-01)
