“PB AMGP meresponi arahan Ketua MPH Sinode GPM terkait Sub Tema Pelayanan 2027: “Hadirkanlah Kasih Kristus dalam Keluarga dan Masyarakat”. PB AMGPM berkomitmen membawa organisasi bergerak melampaui aktivitas rutin dan fokus pada penyelesaian masalah riil jemaat serta masyarakat,” ulas Sairdekut.
OhoiOhoira,moluccastimes.id-Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), Melkianus Sairdekut, S.Hut., M.Si., menyatakan kesiapan penuh organisasinya untuk menerjemahkan pokok pikiran Sinode GPM ke dalam program kerja strategis nasional.
Langkah konkret ini digodok secara matang melalui forum Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) XXXVII AMGPM yang berlangsung di Jemaat GPM Ohoira, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu,18/10/2026.
“PB AMGP meresponi arahan Ketua MPH Sinode GPM terkait Sub Tema Pelayanan 2027: “Hadirkanlah Kasih Kristus dalam Keluarga dan Masyarakat”. PB AMGPM berkomitmen membawa organisasi bergerak melampaui aktivitas rutin dan fokus pada penyelesaian masalah riil jemaat serta masyarakat,” ulas Sairdekut.
Pria smart itu menjelaskan Forum MPP XXXVII tersebut akan merumuskan 4 agenda prioritas utama sebagai acuan pergerakan seluruh kader, antara lain :
1. Penguatan Pendidikan Kader dan Kepemimpinan Transformatif
• Fokus Utama: Membentuk kualitas manusia yang memiliki kedalaman spiritualitas, karakter kokoh, dan kecerdasan intelektual.
• Capaian & Evaluasi: Tercatat sebanyak 1.711 kader telah berhasil menyelesaikan pendidikan kader sepanjang satu tahun terakhir.
• Pengembangan Kurikulum: Ke depan, materi pendidikan kader akan dipertajam pada penguasaan kecakapan digital, kepemimpinan etis, serta kepekaan mendalam terhadap isu ekologi.
2. Kesiapan Menghadapi Tantangan Artificial Intelligence (AI)
• Fokus Utama: Mempersiapkan kader pemuda agar tidak sekadar menjadi pengguna pasif teknologi kecerdasan buatan (AI).
• Target Karakter: Kader dituntut mampu menilai dan menyaring informasi secara kritis di tengah gempuran AI dalam dunia pendidikan dan kerja, dengan tetap menjunjung tinggi integritas moral.
3. Penggerak Langsung GKMBM Berbasis Ranting
• Fokus Utama: Mengatasi persoalan pengangguran pemuda melalui aksi ekonomi nyata yang bersinergi dengan GPM.
• Mekanisme Kerja: MPP XXXVII menginstruksikan seluruh ranting AMGPM menjadi pelopor dan motor penggerak Gerakan Keluarga Menanam, Melaut, Beternak, dan Memasarkan (GKMBM).
• Sektor Unggulan: Kader diarahkan untuk mengelola secara mandiri potensi ekonomi kreatif, agribisnis, pariwisata komunitas, dan pemasaran digital di wilayah kepulauan.
4. Mitigasi Ekologi dan Dampak Krisis Iklim
• Fokus Utama: Merespons fenomena panas berkepanjangan serta maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
• Aksi Nyata: Menempatkan AMGPM di garda terdepan untuk melakukan edukasi pencegahan dini berbasis komunitas, aksi tanggap darurat bencana, serta gerakan penanaman pohon produktif secara berkelanjutan.
Ditambahkan, melalui ketetapan empat agenda strategis ini, PB AMGPM optimistis dapat melahirkan generasi muda gereja yang tangguh, adaptif terhadap perkembangan teknologi, mandiri secara ekonomi, serta peduli pada kelestarian lingkungan hidup.
Pelaksanaan MPP XXXVII yang berlangsung dari 18 hingga 23 Oktober 2026 ini berjalan sukses berkat dukungan penuh dari berbagai pihak. PB AMGPM menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan Maluku Utara, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota.
Apresiasi khusus diserahkan kepada Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, bersama Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam dan seluruh jajaran pemerintahan tingkat kecamatan hingga Ohoi (desa) atas fasilitas, dukungan, dan penyambutan adat yang hangat kepada 34 Klasis dan 34 Daerah AMGPM se-Maluku dan Maluku Utara.
Pembukaan kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Ketua Panitia sekaligus Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur G. Watubun, ST, SH serta Wali Kota Tual, H. Akhmad Yani Renuat.
Melalui pelaksanaan MPP XXXVII Ohoira ini, AMGPM kembali mengukuhkan eksistensinya bukan hanya untuk merawat kelangsungan organisasi, melainkan untuk memastikan bahwa pemuda gereja betul-betul menjadi garam dan terang dunia bagi sesama.(MT-01)
