Berdasarkan data terbaru, Maluku mengalami deflasi bulanan sebesar 0,75% (mtm), yang sekaligus memotong angka inflasi tahunan dari 3,80% (yoy) pada bulan lalu menjadi 2,75% (yoy).
Ambon,moluccastimes.id-Provinsi Maluku mencatat deflasi sebesar 0,75% (month-to-month/mtm) pada Juli 2026 setelah sempat mengalami inflasi 1,49% (mtm) pada bulan sebelumnya.
Capaian ini membuat inflasi tahunan Maluku melandai ke angka 2,75% (year-on-year/yoy) dan tetap berada di dalam rentang sasaran target nasional sebesar 2,5±1%.
Sementara itu peta pergerakan harga antar-wilayah antara lain :
£. Kota Ambon mengalami deflasi sebesar 1,14% (mtm).
£. Kabupaten Maluku Tengah mencatat deflasi sebesar 0,26% (mtm).
£. Kota Tual menjadi satu-satunya wilayah yang masih inflasi sebesar 0,13% (mtm).
Komoditas Utama Pemicu Penurunan Harga
Deflasi bulan ini didorong oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil total 0,71%. Penurunan harga ini dipicu oleh dua faktor utama: yaitu :
1. Hasil Laut Berlimpah dimanaHarga Ikan Layang (andil 0,26%) dan Ikan Selar (andil 0,15%) turun drastis berkat cuaca kondusif dan penggunaan rumpon oleh nelayan kecil.
2. Panen Hortikultura yaitu Harga Bawang Merah (andil 0,16%) dan Tomat (andil 0,11%) merosot seiring masa panen raya dan masuknya pasokan dari luar daerah.
Strategi TPID Maluku Melalui 4 Pilar Utama
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku terus memperkuat Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) melalui strategi 4K yaitu :
£. Keterjangkauan Harga: Rutin menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan menyalurkan Beras SPHP.
£. Ketersediaan Pasokan: Menerapkan Program Pertanian Modern (Advanced Agriculture System) dan mengoptimalkan penyerapan gabah oleh Bulog.
£. Kelancaran Distribusi: Memperkuat konektivitas antarwilayah untuk kelancaran logistik pangan.
£. Komunikasi Efektif: Mengadakan sidak pasar berkala dan rapat koordinasi untuk pengambilan kebijakan yang cepat.
Harga Ikan dan Bawang Turun, Inflasi Tahunan Maluku Jinak di Angka 2,75%
Intervensi pasar dan kondisi cuaca yang bersahabat berhasil menekan laju inflasi di Provinsi Maluku pada Juli 2026.
Berdasarkan data terbaru, Maluku mengalami deflasi bulanan sebesar 0,75% (mtm), yang sekaligus memotong angka inflasi tahunan dari 3,80% (yoy) pada bulan lalu menjadi 2,75% (yoy).
Kontribusi Deflasi per Sektor
Sektor Pangan: Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menyumbang andil deflasi terbesar sebesar 0,71%.
Komoditas Laut: Ikan Layang dan Ikan Selar menyumbang deflasi masing-masing 0,26% dan 0,15%.
Komoditas Sembako: Bawang Merah berkontribusi 0,16% dan Tomat sebesar 0,11% terhadap deflasi.
Rahasia Sukses Pengendalian Harga di Lapangan
Penurunan harga komoditas utama di Maluku terjadi akibat kombinasi faktor alam dan kebijakan pemerintah antara lain :
£. Faktor Cuaca & Teknologi: Laut yang tenang dan pemanfaatan teknologi rumpon pesisir melipatgandakan hasil tangkapan nelayan.Pasokan £. Eksternal: Pasokan hortikultura melimpah karena adanya suplai tambahan dari luar Provinsi Maluku.
£. Modernisasi Pertanian: Implementasi Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) berhasil mendongkrak hasil produksi lokal.
Ke depan, TPID Maluku berkomitmen menjaga stabilitas ini sepanjang tahun 2026 dengan mengandalkan distribusi logistik yang lancar antar-pulau serta pelaksanaan sidak pasar secara berkala.(MT-01)
