Tak Halangi Produktivitas, Rutan Ambon Sulap Lahan Terbatas Jadi Area Hidroponik

by -13 Views

“Dulu saya pikir bertani itu harus punya lahan luas dan kotor-kotoran. Ternyata dengan hidroponik, di lahan rutan yang terbatas pun kita bisa menghasilkan sayuran berkualitas. Pelatihan ini memberi kami harapan baru bahwa kami bisa sukses dan memulai hidup baru yang halal setelah keluar dari sini,” tutur Rafi.

Ambon,moluccastimes.id-Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon berkomitmen membekali para penghuninya dengan keahlian agribisnis mutakhir agar siap mandiri secara ekonomi setelah bebas nanti.

“Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk transformasi pembinaan di dalam rutan. Petugas kini tidak hanya fokus pada aspek pengamanan, melainkan juga pada penguatan produktivitas warga binaan lewat optimalisasi lahan yang ada di dalam kompleks rutan,” demikian Kepala Rutan Ambon, Meta Putra, Jumat 25/09/2026.

Dikatakan, program tani modern ini dirancang untuk mengubah pola pikir dan memberikan modal keterampilan yang konkret bagi warga binaan.

“Tantangan terbesar warga binaan adalah bagaimana mereka bisa diterima dan bertahan hidup saat kembali ke masyarakat. Melalui pelatihan tani modern hidroponik ini, kami memberikan mereka senjata berupa keahlian yang sangat dicari di era sekarang. Ini adalah langkah nyata kami dalam menyiapkan mereka menjadi pribadi yang mandiri dan produktif,” tegas Meta Putra.

Senada dengan hal itu, Staf Bimbingan Kerja Rutan Ambon, Rano, memastikan setiap warga binaan yang terlibat memahami seluruh proses hulu ke hilir, mulai dari penyemaian benih, manajemen nutrisi, hingga teknik perawatan kebersihan pipa instalasi.

“Mereka tidak hanya menyiram tanaman, tapi mengajarkan sains dan bisnis juga. Budidaya hidroponik ini mengajarkan ketelitian dan konsistensi. Keterampilan teknis ini diharapkan bisa menjadi modal utama bagi mereka untuk membuka lapangan kerja baru di luar nanti,” kata Rano.

Salah satu warga binaan, Rafi, mengapresiasi pelatihan bidang pertanian.

“Dulu saya pikir bertani itu harus punya lahan luas dan kotor-kotoran. Ternyata dengan hidroponik, di lahan rutan yang terbatas pun kita bisa menghasilkan sayuran berkualitas. Pelatihan ini memberi kami harapan baru bahwa kami bisa sukses dan memulai hidup baru yang halal setelah keluar dari sini,” tutur Rafi.

Melalui program tani modern ini, Rutan Kelas IIA Ambon membuktikan bahwa jeruji besi bukan halangan untuk tetap produktif. Program ini sekaligus memperkuat fungsi lapas dan rutan sebagai lembaga reintegrasi sosial yang humanis dan berorientasi pada masa depan warga binaan.(MT-01)