Keberangkatan 15 personel Satgas dilepas langsung oleh Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., dalam sebuah upacara pemberangkatan di Lapangan Mako Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon.
Ambon,moluccastimes.id-Menanggapi situasi darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam perkebunan warga, Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla ke Negeri Saleman, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah pada Selasa, 13/10/2026.
Pengerahan ini merupakan respons cepat TNI AL atas permohonan bantuan yang diajukan oleh Kepala Pemerintah Negeri Saleman, M. A. A. Makatita, pada 12 Oktober 2026, menyusul kebakaran yang mulai berdampak pada sektor perkebunan masyarakat setempat.
Pelepasan Resmi dan Arahan Pimpinan
Keberangkatan 15 personel Satgas dilepas langsung oleh Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., dalam sebuah upacara pemberangkatan di Lapangan Mako Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon.
Dalam arahannya, Dankodaeral IX menekankan agar seluruh personel mengutamakan keselamatan dan koordinasi yang ketat di lapangan.
“Laksanakan tugas kemanusiaan ini dengan penuh rasa tanggung jawab, tetap jaga kesiapsiagaan dan profesionalisme, serta utamakan faktor keselamatan personel dan keamanan material,” tegas Laksda TNI Hanarko Djodi.
Komposisi Personel dan Alat Utama
Satgas yang dipimpin oleh Letda Laut (T) Arya Maulana Kampai, S.T., selaku Komandan Tim (Dantim) ini membawa kekuatan penuh yang terdiri dari:
• 1 Komandan Tim (Dantim) & 1 Komandan Regu (Danru)
• 6 personel Pemadam Kebakaran (PMK)
• 2 personel Dinas Penerangan (Dispen) & 2 personel Dinas Angkutan (Disang)
• 2 personel Tim Kesehatan (Bakes) & 2 pengawak alat pendukung (Alkon)
Untuk menunjang operasional selama 10 hari masa penugasan, TNI AL juga menerjunkan berbagai sarana logistik dan perlengkapan darurat. Fasilitas penunjang yang dibawa meliputi satu unit mobil pemadam kebakaran, truk angkutan, perlengkapan penanggulangan keadaan darurat (PEK), peralatan medis, mesin pompa air (Alkon), generator set (genset), serta tenda lapangan dan velbed.
Sinergi Lintas Sektor Sesuai Instruksi Presiden
Langkah taktis yang diambil Kodaeral IX ini selaras dengan instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang meminta penanganan karhutla dilakukan secara terpadu, cepat, dan melibatkan seluruh unsur.
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan masyarakat dalam memitigasi dampak kebakaran sejak dini.
Misi kemanusiaan ini menjadi bagian nyata dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI AL. Melalui kehadiran Satgas ini, diharapkan perluasan titik api dapat segera dihambat guna memperkecil risiko kerugian materiil maupun dampak lingkungan bagi masyarakat Maluku Tengah.(MT-01)
