“Saya selaku Pangdam XV/Pattimura memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberanian luar biasa yang ditunjukkan oleh Ibu Welhemina. Tindakan nekat beliau memanjat tower demi menurunkan bendera terlarang tersebut adalah bukti nyata komitmen warga Aboru dalam menjaga ketenteraman wilayah. Ini mengirimkan pesan yang sangat terang benderang bahwa masyarakat Aboru secara tegas menolak keras hadirnya simbol-simbol separatis yang meresahkan di tanah mereka,” tandas Pangdam XV/Pattimura mengapresiasi.
Aboru,moluccastimes.id-Seorang ibu rumah tangga di Negeri Aboru, Kabupaten Maluku Tengah, Welhemina Rumra/Sinay, nekat memanjat tower telekomunikasi setinggi 72 meter tanpa alat pengaman untuk menurunkan bendera Republik Maluku Selatan (RMS) yang dikibarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab, Jumat 14/08/2026.
Aksi berani tersebut dilakukan atas inisiatif pribadi karena Sinay merasa terusik dengan keberadaan simbol gerakan separatis tersebut di wilayahnya.
Menurutnya, pengibaran bendera terlarang itu meresahkan warga dan berpotensi mencoreng komitmen masyarakat Aboru yang menginginkan kedamaian serta menolak larut dalam isu separatisme masa lalu.
Tindakan nekat Welhemina ini sekaligus mematahkan narasi keliru bahwa seluruh warga Aboru mendukung gerakan RMS.
Sebagai ibu dari seorang calon prajurit TNI, ia menegaskan bahwa aksi ini murni lahir dari kesadaran masyarakat lokal yang jenuh dengan provokasi dan ingin melindungi masa depan generasi muda dari propaganda politik sepihak.
Atas aksi heroik tersebut, Pangdam XV/Pattimura memberikan apresiasi tinggi kepada Sinay.
“Saya selaku Pangdam XV/Pattimura memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberanian luar biasa yang ditunjukkan oleh Ibu Welhemina. Tindakan nekat beliau memanjat tower demi menurunkan bendera terlarang tersebut adalah bukti nyata komitmen warga Aboru dalam menjaga ketenteraman wilayah. Ini mengirimkan pesan yang sangat terang benderang bahwa masyarakat Aboru secara tegas menolak keras hadirnya simbol-simbol separatis yang meresahkan di tanah mereka,” tandas Pangdam XV/Pattimura mengapresiasi. (MT-01)
