Unpatti Lepas 17 Mahasiswa KIP Kuliah National Moot Court Bali

by -46 Views
Warek Bid Kemahasiswaan, Humas dan Alumni Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd

“Kompetisi peradilan semu ini menjadi simulasi nyata dunia hukum, di mana para mahasiswa akan mempraktikkan langsung proses persidangan dan memerankan berbagai posisi strategis, seperti jaksa, saksi, hingga terdakwa,” lugasnya.

Ambon,moluccastimes.id-Universitas Pattimura (Unpatti) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi berprestasi dengan mengirimkan 17 mahasiswa Fakultas Hukum ke ajang kompetisi peradilan semu (moot court) nasional.

Kompetisi bergengsi ini digelar di Universitas Udayana, Bali, mulai tanggal 16 hingga 22 Oktober 2026.

Pelepasan kontingen dilakukan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd., di ruang kerjanya Kamis 15/10/2026.

Dalam ajang ini, Unpatti mengukir kebanggaan tersendiri dengan menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang mewakili wilayah Indonesia Timur.

Hal yang paling mencuri perhatian sekaligus membanggakan dari kontingen tahun ini adalah latar belakang para pesertanya. Dari 17 mahasiswa yang berangkat, 14 di antaranya merupakan mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Dr. Nur Aida Kubangun mengungkapkan bahwa fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi sama sekali tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk bersaing di level nasional.

Pihak universitas pun berkomitmen penuh memberikan dukungan akomodasi, transportasi, hingga tiket pesawat demi kelancaran kompetisi, meskipun di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi kampus.

“Kompetisi peradilan semu ini menjadi simulasi nyata dunia hukum, di mana para mahasiswa akan mempraktikkan langsung proses persidangan dan memerankan berbagai posisi strategis, seperti jaksa, saksi, hingga terdakwa,” lugasnya.

Selain menguji pemahaman hukum secara teoretis dan praktis, kompetisi ini juga menuntut kedisiplinan tingkat tinggi. Panitia menerapkan aturan ketat terkait ketepatan waktu, di mana keterlambatan kehadiran bisa berakibat fatal berupa pengurangan nilai hingga 100 poin per hari.

Berbekal kesuksesan tahun lalu yang berhasil menyabet medali emas, Unpatti kembali membidik target tertinggi tahun ini. Kontingen diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan tradisi juara dan memenuhi target Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas, tetapi juga menjaga sportivitas serta membawa harum nama Maluku di kancah nasional.(MT-01)