“Masalah besar yang terjadi di Passo adalah banjir yang diakibatkan meluapnya sungai atau kali Waitani jika musim hujan tiba. Hal itu tentu saja membuat pemukiman warga tergenang. Solusi yang akan dilakukan adalah koordinasi dengan Dinas PUPR untuk menangani pengerukan kali Waitani, sehingga diharapkan saat hujan, air tidak lagi menggenangi pemukiman warga,” jelasnya.
Ambon,moluccastimes.id-Reses Masa Sidang I Tahun Sidang 2025-2026 juga dilakukan anggota legislatif daerah pemilihan Baguala, Criients Aldi Sarimanella, SE di Negeri Passo, Kecamatan Baguala.
“Sebagai wakil rakyat kami berkewajiban untuk mendengar keluhan yang disampaikan konstituen. Karena itulah kami hadir sebagai perpanjangan tangan dan telinga mereka di lembaga legislatif,” aku pria rendah hati itu, Selasa 16/12/2025.

Dalam kesempatan bertatap muka bersama konstituen khususnya di RT 024 dan RT 040, pria empat puluh tahun ini mendengar berbagai hal.
“Mulai dari saran, permintaan hingga usulan. Semuanya ditampung dan tindaklanjutnya akan saya koordinasikan bersama dinas mitra yang terkait,” tandas pria yang kerap disapa Aldi ini.
Dijelaskan, aspirasi yang ditangkap dari warga RT 024 adalah masalah banjir hingga pemberdayaan UMKM.
“Masalah besar yang terjadi di Passo adalah banjir yang diakibatkan meluapnya sungai atau kali Waitani jika musim hujan tiba. Hal itu tentu saja membuat pemukiman warga tergenang. Solusi yang akan dilakukan adalah koordinasi dengan Dinas PUPR untuk menangani pengerukan kali Waitani, sehingga diharapkan saat hujan, air tidak lagi menggenangi pemukiman warga,” jelasnya.
Koordinasi dengan dinas PUPR juga akan dilakukan terkait dengan perbaikan jalan di kawasan RT 024. Sedangkan hal lain yang menjadi keluhan warga adalah masalah pemberdayaan UMKM.

“Masalah UMKM ini akan kita lihat apa yang menjadi kebutuhan pelaku UMKM sehingga saya juga berharap UMKM kedepan dapat membantu meningkatkakn perekonomian warga khususnya di Negeri Passo,” tandas legislator PDI-P ini.
Di lokasi berbeda pada RT 040, Pria pemilik senyum manis itu juga mendengar masukan dari warga.
“Pada RT 040, mereka menginginkan agar segera dilakukan pemekaran RT karena menurut mereka, jangkauan RT ini memang besar. Harapan mereka jika sudah dimekarkan dan ada bantuan bagi warga dari pihak manapun, mereka juga terakomodir,” tandasnya.
Hal lain yang menjadi topik pembicaraan adalah masalah bantuan bagi para korban gempa.
“Untuk hal ini saya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melihat bantuan yang dapat diberikan kepada mereka, sebab menurut mereka hingga kini belum menerima bantuan korban gempa,” lugas Aldi.
Selain itu, warga juga meminta perhatian untuk perbaikan jalan setapak di RT 040.
“Perbaikan jalan setapak dan jalan yang harus diaspal tetap akan dikomunikasikan dengan Dinas PUPR. Juga dari warga sebagai penyapu jalan, yang mengakui selama ini bekerja tanpa SK kontrak, mereka meminta agar pekerjaan mereka ini juga dapat dibuat dalam bentuk kontrak. Semoga kedepan seluruh usulan, masukan dari warga dapat tertangani satu per satu,” harapnya.
Disisi lain, selain mendengar semua hal dari warga, Reses yang dilakukan pada 4,5 dan 8 Desember 2025 itu, Sarimanella juga meminta topangan dan dukungan doa.
“Selaku orang beriman dan percaya, saya juga minta doa dalam menjalani tugas dan tanggungjawab ini demi konstituen, demi masyarakat yang telah mempercayakan saya sebagai wakil di lembaga legislatif ini,” tandasnya.(MT-01)

m
e



09
-6



