Berdayakan Warga & Tingkatkan Penghasilan, Pemneg Mahu Akan Luncurkan Program Plasma-B

by -18 Views

“Ada manfaat yang akan diterima warga selain meningkatkan penghasilan dari pengumpulan sampah, juga membuka lowongan kerja bagi warga yang mau bekerja sebagai pengumpul dan pemilah sampah,” tandasnya.

 

Mahu,moluccastimes.id-Guna menggaskan pengelolaan sampah secara masif, Pemerintah Negeri Administratif Mahu Kecamatan Saparua Timur bekerja sama dengan yayasan Bintari Semarang dan Toma Maju Lease (TML) dalam waktu dekat akan meluncurkan program Plasma-B.

“Ini adalah program pengolahan sampah dengan cara pengumpulan dan pengambilan sampah ke rumah warga, baik sampah organik maupun an-organik,” aku Kepala Pemerintahan Negeri Administratif Mahu, Christina M. Lawalata, SE kepada moluccastimes.id, Rabu 21/01/2026.

Dalam proses pengumpulan sampah tersebut, lanjutnya, warga disubsidi melalui Dana Desa (DD) yang telah dianggarkan dalam APBDes 2026.

“Warga akan memayar jasa layanan Rp. 2.000 per pengambilan sampah,” ucapnya.

Wanita smart itu menjelaskan, kerjasama ini akan diawali dengan tahapan persiapan peluncuran layanan.

“Ada beberapa tahap yang akan dilakukan diantaranya : Pembentukan pokja pengolahan sampah; Merekrut kader perubahan perilaku dan warga yang telah mendapat edukasi dari Yayasan Bintari; Melakukan Sosialisasi perubahan perilaku oleh para kader perubahan perilaku pada setiap lingkungan RT dengan sistem door to door; Membangun Tempat Pengolahan Sampah (TPS) bersama Pemerintah Negeri dan Yayasan Bintari pada lahan negeri yang kosong; Mengadakan tong-tong sampah yang akan didistribusikan ke masing-masing rumah tangga sebanyak 2 unit; Pengadaan 1 unit kendaraan pengumpul sampah (Tosa) oleh Yayasan Bintari, diharap akan dihibahkan kepada Pemerintah Negeri Mahu,” rincinya.

Lawalata mengakui dengan adanya program Plasma-B ini, akan berdampak pada warga.

“Ada manfaat yang akan diterima warga selain meningkatkan penghasilan dari pengumpulan sampah, juga membuka lowongan kerja bagi warga yang mau bekerja sebagai pengumpul dan pemilah sampah,” tandasnya.

Pemanfaatan Sampah

Disebutkan sampah organik maupun an organik akan dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

“Untuk sampah organik akan diolah sebagai nutrisi bagi ayam petelur yang merupakan program ketahanan pangan yang dikelola oleh Bumdes Kalapory. Sedangkan sampah an-organik atau residu akan dibakar dengan menggunakan alat pembakaran terkontrol (Tobong) bantuan dari yayasan Bintari,” ulas Lawalata.

Diakuinya, program ini merupakan hal baru bagi msayarakat, namun pihaknya tetap optimis dapat berjalan sesuai rencana.

“Bahkan terpenting bahwa keberhasilan progam ini di Negeri Mahu diharapkan bisa menjadi pilot project sehingga dapat dikembangkan oleh negeri sekitarnya. Layanan sampah ini kami direncanakan akan dimulai awal Februari tahun ini,” kuncinya. (MT-01)

09 -6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *