“Edukasi Program JKN ini untuk meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya jaminan kesehatan. Program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia terutama generasi muda seperti Pemuda Muhammadiyah memahami Program JKN,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Harbu A. Hakim
Ambon,moluccastimes.id-Sebagai bentuk sinergitas lintas sektor dalam upaya memberikan pemahaman masyarakat mengenai Program JKN, BPJS Kesehatan Cabang Ambon bersama Dinas Kesehatan Kota Ambon dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku menggelar sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada generasi muda terutama Pemuda Muhammadiyah.
“Edukasi Program JKN ini untuk meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya jaminan kesehatan. Program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia terutama generasi muda seperti Pemuda Muhammadiyah memahami Program JKN,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Harbu A. Hakim disela kegiatan Senin 23/01/2026.
Dirinya menyarankan agar informasi seperti ini dapat diteruskan kepada kerabat dan keluarga.
“Program JKN juga memiliki semangat gotong royong, dimana peserta JKN yang sehat membantu peserta yang sakit dengan cara rutin membayar iuran. Program JKN merupakan salah satu program layanan kesehatan terbesar di dunia dan terus berkelanjutan hingga saat ini,” tandas Harbu.
Pada kesempatan yang sama, Ketua IDI Wilayah Maluku, M. Saleh Tualeka, menyampaikan komitmennya dalam menjaga mutu layanan kesehatan dalam pelaksanaan Program JKN.
“IDI berperan penting dalam menjaga mutu layanan kesehatan serta memberikan masukan kebijakan agar regulasi yang diterapkan mengutamakan keselamatan pasien,” tandasnya.
Disisi lain,Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan S. Norimarna, M.K.M menyampaikan bahwa hingga Desember 2025, tingkat kepesertaan Program JKN di Kota Ambon telah mencapai 98,65 persen.
“Pemerintah Kota Ambon telah memenuhi target jumlah kepesertaan Program JKN. Namun, tingkat keaktifan peserta masih perlu ditingkatkan. Semoga dengan sinergi antarinstansi di Pemerintah Kota Ambon, hal ini segera terealisasi,” ucap Johan.
Sementara Ketua Pelaksana Kegiatan Focus Group Discussion, Tamrin Efruan, menyebut salah satu program unggulan yang dapat dimanfaatkan oleh Pemuda Muhammadiyah adalah skrining riwayat kesehatan.
“Kami telah mengisi skrining riwayat kesehatan sehingga dapat mengecek kondisi kesehatan secara mandiri. Selain itu, kami dipandu langsung memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN. Dengan adanya sosialisasi ini, kami dapat mengetahui manfaat aplikasi tersebut yang mengubah fasilitas kesehatan, memiliki fitur kartu digital, bahkan skrining riwayat kesehatan untuk mengecek kondisi kesehatan secara mandiri,” papar Efruan.
Dirinya berharap, generasi muda terkhusus Pemuda Muhammadiyah semakin memahami manfaat Program JKN serta berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas.(MT-01)

.



