Latuapo : Peran Penting Guru PAI Bentuk Moralitas Generasi Muda

by -2 Views

“Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran yang sangat strategis sebagai teladan utama dalam menjaga dan membentuk moralitas generasi muda. Peran ini tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Latuapo.

Ambon,moluccastimes.id-Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dan strategis dalam membangun generasi yang cerdas.

Demikian Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Maluku, Muhammad Latuapo, M.Pd disela Halal Bi Halal Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Maluku, Sabtu 18/04/2026.

“Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran yang sangat strategis sebagai teladan utama dalam menjaga dan membentuk moralitas generasi muda. Peran ini tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Latuapo.

Menurutnya, ada beberapa peran penting yang disandang Guru PAI.

“Guru PAI adalah contoh nyata (uswah hasanah), dimana siswa tidak hanya mendengar apa yang diajarkan, tetapi juga melihat bagaimana guru bersikap dalam kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Keteladanan ini seringkali lebih kuat pengaruhnya daripada nasihat lisan,” lugasnya.

Pria smart itu menyebut Guru PAI berfungsi sebagai pembimbing spiritual dan moral.

 

“Mereka membantu siswa memahami nilai benar dan salah berdasarkan ajaran Islam, serta membimbing mereka menghadapi tantangan moral di era modern seperti pergaulan bebas, krisis identitas. Peran lainnya Guru PAI menjadi penjaga nilai (moral guardian) di lingkungan sekolah, dengan menanamkan nilai-nilai seperti amanah, adab, dan empati, guru turut menciptakan budaya sekolah yang sehat dan berkarakter,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya Guru PAI juga berperan sebagai motivator dan inspirator.

“Mereka menumbuhkan kecintaan siswa terhadap agama, ibadah, dan akhlak mulia, sehingga siswa tidak hanya berperilaku baik karena aturan, tetapi karena kesadaran diri,” ulasnya.

Dalam momen Halal Bi Halal tersebut, Latuapo menyadari banyak kekurangan yang harus dilengkapi.

“Semoga dengan momen ini, kita saling instrospeksi diri, saling memaafkan, sehingga kita menjadi pilar penting serta menumbuhkan peran kita membangun generasi yang luar biasa, tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” tandasnya.(MT01)

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *