Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi auditor mutu internal agar mampu melaksanakan audit secara profesional, objektif, sistematis, dan sesuai standar mutu pendidikan tinggi yang berlaku tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan Faperta Unpatti, Prof. Dr. Ir. A. E. Pattiselanno, M.Si.
Ambon,moluccastimes.id-Sebagai langkah strategis dalam memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di lingkungan fakultas, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Pattimura (Unpatti) meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan kegiatan Pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) yang berlangsung selama dua hari, bertempat di ruang Rapat Faperta, Selasa-Rabu, 12-13 Mei 2026.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi auditor mutu internal agar mampu melaksanakan audit secara profesional, objektif, sistematis, dan sesuai standar mutu pendidikan tinggi yang berlaku tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan Faperta Unpatti, Prof. Dr. Ir. A. E. Pattiselanno, M.Si.

Pelatihan ini juga menjadi momentum penting dalam menyamakan persepsi auditor terhadap instrumen audit mutu internal yang digunakan oleh Faperta. Keseragaman pemahaman tersebut dinilai penting guna menghindari perbedaan interpretasi yang dapat memengaruhi kualitas dan konsistensi hasil audit.
Kepala LPMPP, Dr. James Abrahamsz dalam arahannya menegaskan pentingnya budaya mutu sebagai fondasi utama pengembangan perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, audit mutu internal bukan sekadar proses evaluasi administratif, melainkan instrumen penting dalam mendorong perbaikan berkelanjutan di seluruh unit akademik dan non-akademik.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) Unpatti. Materi yang disampaikan mencakup penguatan pemahaman mengenai roadmap SPMI Unpatti, implementasi audit mutu internal dalam siklus PPEPP, audit berbasis risiko (Risk Based Audit), kompetensi dan etika auditor, hingga praktik audit dokumen dan audit lapangan
Sementara itu, Dr. Djufri R. Pattilouw membawakan materi terkait penyelarasan roadmap SPMI Unpatti dengan kebijakan terbaru Permendikti Saintek Nomor 39 Tahun 2025. Materi tersebut memberikan pemahaman komprehensif mengenai arah pengembangan mutu pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan regulasi nasional.

Materi utama pelatihan disampaikan oleh Dr. Bruri M. Laimeheriwa yang membahas implementasi SPMI, audit mutu internal dalam siklus PPEPP, audit berbasis risiko, kompetensi auditor, hingga instrumen audit mutu internal.
Selain itu, peserta juga memperoleh penguatan terkait tugas dan fungsi Gugus Jaminan Mutu (GJM), TK2A, dan TKS dalam mendukung sistem penjaminan mutu di tingkat fakultas dan program studi.

Pada hari kedua, peserta mendapatkan pelatihan teknis dan praktik audit yang dipandu oleh Dr. Johan M. Tupan. Sesi ini mencakup praktik audit dokumen, audit kepatuhan lapangan, teknik wawancara dalam audit, serta penyusunan temuan audit berbasis PLOR. Melalui simulasi dan diskusi interaktif, peserta diberikan kesempatan untuk memahami secara langsung mekanisme audit mutu internal yang efektif dan akuntabel.
Pelatihan tersebut diikuti oleh sekitar 40 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan fakultas, auditor mutu internal, dosen perwakilan program studi, koordinator program studi, serta Tim Gugus Jaminan Mutu Fakultas. (MT-01)










