Terima Mahasiswa KKP ITB STIKOM Ambon, Lekransy Tekankan Sikap Responsif, Komunikatif & Bangun Jejaring

by -10 Views

“Sikap responsif artinya bisa melihat peluang apa yang dapat dilakukan atau membantu kerja-kerja Diskominfo sehingga tercipta ruang bagi adik-adik untuk belajar sebagai pengalaman untuk nantinya terjun ke dunia kerja. Kemudian segi komunikasi juga penting, agar proses KKP berjalan dengan baik. Dalam fase ini, terbuka ruang untuk bertanya tentang hal yang belum dipahami sehingga tidak terjadi mis-komunikasi. Hal lain adalah membangun jejaring, diharapkan adik-adik merawat hubungan relasi atau koneksi dengan orang lain, baik dalam Dinas KomifoSandi maupun diluar dinas, guna memperluas peluang kerja, bertukar informasi, serta saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama,” bebernya.

Ambon,moluccastimes.id-Dinas Informasi Komunikasi Persandian (InfokomSandi) Kota Ambon menerima mahasiswa Kuliah Kerja Praktek (KKP) Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Ambon, Senin 27/07/2026.

Didampingi Dosen Pendamping, Ipa Nafia Assagaf,S.Pd, M.Pd, 3 mahasiswa jurusan Sistem Informasi : Frankie Ashley Mc Art Teterissa, Lenox Morris Rahanyaan dan Jenery Hendra Tri Buana Pattiasina, diterima oleh Kepala Dinas InfokomSandi Kota Ambon, Dr. Ir. Ronald Lekransy, M.Si di ruang kerjanya didampingi Sekertaris Dinas, Sulian M. L. Sedubun, S.Kom., M.Eng.

“Kami menyampaikan terimakasih kepada pihak kampus ITB STIKOM Ambon yang telah memilih DiskominfoSandi Kota Ambon sebagai tempat untuk kerja praktek mahasiswa, juga kepada ibu Ipa yang telah mengantar ketiga orang adik,” ucap Lekransy membuka pertemuan.

Pria smart itu memberikan motivasi dan dorongan kepada ketiga mahasiswa.

“Hidup ini penuh dengan pilihan dan pilihan belajar tidak akan pernah berakhir. Karena itu adik-adik harus memiliki semangat yang besar untuk belajar, jangan hanya menjadi yang biasa-biasa saja. Sebab, tantangan dunia kerja itu dinamis, artinya berubah-ubah sesuai perkembangan zaman. Nah, adik.adik juga dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dalam era digitalisasi ini,” terang ayah satu putri itu.

Dalam kesempatan itu, Kadis juga meminta agar para mahasiswa nantinya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan DiskomifoSandi Kota Ambon.

“Adik-adik harus bisa menyesuaikan diri disini, karena saat ini kita terbentur dengan efisiensi anggaran dan waktu sehingga seluruh ASN dalam proses pengabdian juga dibagi per shift, beberapa hari kerja di kantor dan hari lainnya kerja dari rumah,” jelasnya.

Walaupun demikian, secara eksplisit, pria yang juga Juru Bicara Pemerintah Kota Ambon ini menekankan konsep yang akan menjadikan setiap pribadi siap berkompetisi dalam dunia kerja nantinya yaitu sikap responsif, membina komunikasi yang baik serta membangun jejaring.

“Sikap responsif artinya bisa melihat peluang apa yang dapat dilakukan atau membantu kerja-kerja Diskominfo sehingga tercipta ruang bagi adik-adik untuk belajar sebagai pengalaman untuk nantinya terjun ke dunia kerja. Kemudian segi komunikasi juga penting, agar proses KKP berjalan dengan baik. Dalam fase ini, terbuka ruang untuk bertanya tentang hal yang belum dipahami sehingga tidak terjadi mis-komunikasi. Hal lain adalah membangun jejaring, diharapkan adik-adik merawat hubungan relasi atau koneksi dengan orang lain, baik dalam Dinas KomifoSandi maupun diluar dinas, guna memperluas peluang kerja, bertukar informasi, serta saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama,” bebernya.

Pria rendah hati itu berharap DiskominfoSandi Kota Ambon menjadi tempat belajar dan sharing pengetahuan bersama.

“Secara teknis adik-adik memang belajar di kampus namun konteks hari ini adalah belajar praktek, artinya harus tercipta kolaborasi antara teori dan praktek. Disini adik-adik juga harus belajar tentang adminstrasi, kemudian belajar komunikasi karena dunia kerja itu mencakup hal-hal ini,” tandasnya.

Menyudahi pertemuan, Lekransy meminta Sekertaris Dinas untuk mengatur jadwal KKP bagi ketiga mahasiswa tersebut.

“Untuk saat ini saja kami telah menerima sekitar 30 mahasiswa dari sejumlah pergutuan tinggi untuk KKP atau magang. Saya kira dua bulan itu waktu yang cukup singkat, jadi mari jadikan KKP ini sebagai proses pembelajaran yang baik untuk menyelesaikan program studi di kampus serta untuk menghadapi dunia kerja di masa mendatang,” pungkasnya. (MT-01)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *