Manajemen menilai kinerja positif ini menjadi sinyal kuat berlanjutnya pemulihan industri seluler (mobile). Pemulihan ini didukung oleh eksekusi strategi komersial yang disiplin, mulai dari penyesuaian harga, optimalisasi portofolio produk, hingga pengelolaan nilai pelanggan (customer value management).
Jakarta,moluccastimes.id-PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sukses memperkuat profitabilitasnya pada paruh pertama tahun ini. Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tersebut berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 8,3 persen secara year-on-year (YoY) pada segmen Business-to-Consumer (B2C) yang mencakup layanan Mobile dan Fixed Broadband.
Demikian rilis yang diterima media ini, Jumat 31/07/2026
Pada segmen ini, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3 persen YoY. Lonjakan performa ini didorong oleh performa bisnis data digital (Digital Business Data) yang melesat 11,0 persen selama semester pertama 2026.
Manajemen menilai kinerja positif ini menjadi sinyal kuat berlanjutnya pemulihan industri seluler (mobile). Pemulihan ini didukung oleh eksekusi strategi komersial yang disiplin, mulai dari penyesuaian harga, optimalisasi portofolio produk, hingga pengelolaan nilai pelanggan (customer value management).
Dampak dari strategi tersebut terlihat langsung pada indikator operasional perusahaan. Pendapatan rata-rata per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU) mobile Telkomsel terkerek naik hingga 9,0 persen YoY menjadi Rp45.600.Selain itu, konsumsi data pelanggan (payload) terus meroket sepanjang paruh pertama 2026.
Lonjakan kebutuhan layanan data berkualitas ini dipicu oleh tingginya aktivitas digital masyarakat selama momen liburan sekolah dan momentum penyelenggaraan Piala Dunia.Di sektor fixed broadband, Telkomsel memilih fokus pada strategi kalibrasi basis pelanggan untuk meningkatkan kualitas layanan.
Melalui langkah penataan ini, jumlah pelanggan IndiHome tercatat berada di angka 9,5 juta pengguna. Kendati melandai dibanding periode semester I-2025 yang sebesar 10,1 juta, strategi ini terbukti memberikan dampak yang sangat terbatas terhadap pendapatan kuartal berjalan.
Sebaliknya, nilai monetisasi dari pelanggan yang ada justru semakin optimal. Secara kuartalan, ARPU IndiHome naik 3,4 persen menjadi Rp211.000. Sementara itu, ARPU semesteran stabil di angka Rp207.000 di tengah ketatnya perang harga di pasar.
Keberhasilan ini juga ditunjukkan oleh rasio konvergensi (Fixed Mobile Convergence/FMC) yang terus menanjak hingga menyentuh level 65 persen.Berbekal fondasi segmen B2C yang solid, Telkomsel berkomitmen mempercepat strategi pertumbuhan berkualitas (quality growth).
Perusahaan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas utama sembari memperluas ekosistem digital.Ke depan, Telkomsel akan memperkuat lini bisnisnya lewat pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan jaringan 5G.
Langkah inovasi ini disiapkan untuk melahirkan solusi digital baru yang relevan bagi pelanggan ritel maupun pelaku usaha, sekaligus mengunci posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar telekomunikasi Indonesia.(MT-01)






