Gelar Rapat Perdana, MPH Sinode GPM Bekali Pengurus PHBG Periode 2025–2030

by -29 Views

Dalam rapat perdana tersebut, MPH Sinode memberikan arahan strategis sekaligus membedah tiga tugas utama yang wajib diemban oleh pengurus PHBG yang baru.

Ambon,moluccastimes.id-Dalam upaya menindaklanjuti pelantikan perangkat penyelenggara pelayanan gereja di lingkungan Sinode GPM untuk masa bakti 2025–2030, Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) menggelar rapat perdana bersama Panitia Hari Besar Gerejawi (PHBG) tingkat Sinode.

Dalam rapat perdana tersebut, MPH Sinode memberikan arahan strategis sekaligus membedah tiga tugas utama yang wajib diemban oleh pengurus PHBG yang baru.

“Tugas pertama meliputi perencanaan, pengorganisasian, hingga pelaksanaan hari-hari raya gerejawi, dengan fokus utama pada perayaan Paskah, Natal, dan Hari Ulang Tahun (HUT) GPM. Tugas kedua, PHBG diinstruksikan untuk menyusun petunjuk pelaksanaan (juklak) perayaan di tingkat Sinode, Klasis, hingga Jemaat,” ungkap Ketua Umum Sinode GPM, Pdt. S.I. Sapulette, S.Th., M.Si kepada moluccastimes.id, di ruang rapat Sinode, Kamis 06/08/2026.

Dikatakan, Juklak ini bertujuan agar seluruh rangkaian kegiatan keagamaan di semua lini pelayanan dapat berjalan secara terarah, seragam, dan tertib.

“Sementara tugas ketiga adalah mengupayakan penyediaan fasilitas, tempat, serta penggalian dana yang diperlukan demi kelancaran seluruh program yang telah dirancang,” tandasnya.

Karena itu, sambung Sapulette, dalam menjalankan masa pelayanannya, PHBG wajib terus berkonsultasi dan menyelaraskan program dengan arahan pimpinan gereja.

“Setiap rancangan kegiatan tidak boleh dibuat secara asal, melainkan harus berpijak pada fokus pengembangan pelayanan gereja serta inspirasi teologis dari tema pelayanan yang telah dirumuskan,” tegas pria smart itu.

Melalui momentum ini, lanjut Sapulette, MPH menyampaikan harapan besar agar setiap perayaan hari besar gerejawi kedepan dikemas secara sederhana.

“Mengusung spirit ‘Tugahari’, perayaan-perayaan tersebut diharapkan tidak terjebak dalam seremonial belaka, melainkan harus bermakna mendalam sehinggga Output yang ditargetkan yaitu lahirnya dampak nyata dalam memperkuat persekutuan antar-umat serta mampu memberdayakan jemaat secara berkelanjutan dapat terjadi dalam kehidupan berjemaat dan bergerja,” tutupnya.

Dalam rapat perdana tersebut dihadiri Wakil Ketua II Sinode MPH sekaligus pendamping PHBG, Pdt.  Adriana Lohy, S.Th; Sekertaris Umum (Sekkum) MPH Sinode, Pdt, H. R Tupan, M.Si; Wakil Sekkum, Pdt. Markus Takaria, M.Si; Wakil Ketua PHBG, Pdt. A. Beresaby; Bendahara PHBG, P. Sapulette; Sekertaris PHBG, Pdt. Martha Patty, M.Th serta anggota dari masing-masing seksi yaitu : Seminar dan peribadahan; Publikasi, Dokumentasi, dan Humas; Perlengkapan; Usaha Dana dan Fasilita; Acara dan Upacara; Konsumsi dan Akomodasi. (MT-01)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *