Dialog Kebangsaan Ambon, Raja Rutong Desak Pemulihan Nilai Adat Demi Cegah Polarisasi

by -2 Views

Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, secara tegas meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar menjadikan slogan “Pela Gandong” dan “Kita Basudara” sebagai hiasan bibir, melainkan mempraktikkannya sebagai benteng pencegah polarisasi sosial.

Ambon,moluccastimes.id-Dialog Kebangsaan yang digagas Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease bersama Pemerintah Kota Ambon memicu momentum baru dalam penguatan kerukunan warga.

Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maspaitella, secara tegas meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar menjadikan slogan “Pela Gandong” dan “Kita Basudara” sebagai hiasan bibir, melainkan mempraktikkannya sebagai benteng pencegah polarisasi sosial.

Maspaitella menilai, tantangan modernisasi dan dinamika politik kerap mengaburkan fondasi asli masyarakat adat Maluku.

“Dialog ini harus menjadi titik balik untuk menggalang kembali kesadaran kolektif berbasis kasih dan persaudaraan sejati,” lugas pria smart itu.

Menguji Komitmen Deklarasi Damai

Dalam acara tersebut, perwakilan tokoh masyarakat dan pemuda turut membacakan deklarasi komitmen menjaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Maspaitella menekankan bahwa kekuatan deklarasi tersebut terletak pada tindakan nyata pasca-kegiatan.

“Deklarasi ini adalah wujud kebersamaan. Namun, persatuan tanpa landasan kasih dan rasa rela berkorban antar-sesama warga tidak akan bertahan lama. Kita harus go back to basic,” ujar Maspaitella di hadapan peserta dialog.

Sinergi Aparat dan Lembaga Adat

Kaporesta Pulau Ambon, Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si. menyambut baik dorongan dari pihak penentu kebijakan adat seperti Raja Rutong.

“Pendekatan hukum (keamanan) tidak akan efektif tanpa didukung oleh pendekatan kultural (adat). Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah kota, dan para raja (kepala desa adat) di Ambon diharapkan mampu meredam potensi konflik horizontal sejak dini,” tandas Kapolresta.

Melalui dialog kebangsaan ini, Pemerintah Kota Ambon juga berkomitmen untuk terus membuka ruang diskusi serupa di tingkat kecamatan hingga tingkat negeri (desa adat) guna memastikan pesan damai ini menjangkau seluruh lapisan akar rumput.(MT-01)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *