Lapas Perempuan Ambon Gerak Humanis Dialog Transparan Bersama Warga Binaan

by -16 Views

“Warga binaan harus paham betul apa yang menjadi hak mereka, namun di sisi lain, kewajiban dan tata tertib juga wajib dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami ingin mereka memanfaatkan masa pembinaan ini sebagai bekal positif sebelum nantinya kembali ke masyarakat,” ujar Hesta.

Ambon,moluccastimes.id-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon terus berkomitmen mewujudkan proses pemasyarakatan yang humanis dan transparan.

Langkah ini dibuktikan melalui aksi nyata jajaran struktural yang turun langsung menggelar dialog interaktif bersama warga binaan di Ruang Layanan Kunjungan, Jumat 02/10/2026.

Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Ambon, Hesta Van Harling, memimpin langsung jalannya pertemuan tatap muka tersebut.

Dialog ini sengaja dirancang dalam suasana terbuka dan penuh kebersamaan untuk menyerap aspirasi sekaligus mengikis sekat komunikasi antara petugas dan warga binaan.

Kupas Tuntas Hak, Remisi, dan Integrasi

Dalam pertemuan tersebut, setiap subseksi di bawah jajaran struktural Lapas bergantian memaparkan program kerja sesuai tupoksi masing-masing.

• Subseksi Pembinaan memfokuskan pemaparan pada jenis-jenis program pembinaan kemandirian dan kepribadian yang wajib diikuti.
• Subseksi Admisi dan Orientasi mengupas tuntas mekanisme pemenuhan hak-hak krusial warga binaan, khususnya tata cara dan persyaratan administratif terkait pengajuan remisi serta program integrasi (seperti Pembebasan Bersyarat atau Cuti Bersyarat).

Wanita smrat ini menegaskan bahwa kejelasan informasi merupakan kunci utama demi menghindari kesalahpahaman di dalam lingkungan Lapas.

“Warga binaan harus paham betul apa yang menjadi hak mereka, namun di sisi lain, kewajiban dan tata tertib juga wajib dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami ingin mereka memanfaatkan masa pembinaan ini sebagai bekal positif sebelum nantinya kembali ke masyarakat,” ujar Hesta.

Metode jemput bola dan komunikasi dua arah ini menuai apresiasi dari warga binaan.

Salah seorang penghuni Lapas berinisial C mengaku sangat terbantu dengan adanya penjelasan langsung dari para pejabat struktural.

“Kami jadi lebih paham bagaimana proses birokrasi terkait remisi dan integrasi yang sebenarnya. Penjelasan langsung seperti ini membuat aturan yang tadinya terkesan rumit menjadi jauh lebih mudah dimengerti,” ungkapnya.

Melalui forum berkala seperti ini, Lapas Perempuan Ambon berharap dapat terus memelihara situasi yang kondusif, aman, dan tertib, sekaligus memotivasi warga binaan untuk lebih aktif dan produktif selama menjalani masa pidana.(MT-01)

 

 

 

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *