Kadar Ozon Lebihi Batas Aman, Kualitas Udara Prihatin, DLHP Peringati Warga Pakai Masker

by -2 Views
Kepala DLHP Kota Ambon, Apries B. Gaspersz, S.STP., M.Si

“Bagi kelompok rentan, ibu hamil, anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan diingatkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mencegah risiko infeksi dan gangguan saluran napas,” tegas Kepala DLHP Kota Ambon, Apries B. Gaspersz, S.STP., M.Si,

Ambon,moluccastimes.id-Menindaklanjuti buruknya kualitas udara di Kota Ambon, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat.

“Bagi kelompok rentan, ibu hamil, anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan diingatkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mencegah risiko infeksi dan gangguan saluran napas,” tegas Kepala DLHP Kota Ambon, Apries B. Gaspersz, S.STP., M.Si, Kamis 08/10/2026.

Diakuinya hingga pukul 11.00 siang hari ini, pemantauan yang dilakukan dua kali sehari guna mencatat kadar ozon.

“Kadar ozon mencapai 175 mikrogram per meter kubik. Tingkat ini tidak aman bagi kesehatan,” tegasnya.

Diakuinya, parameter kualitas udara lainnya masih dalam batas baik, namun kadar ozon tersebut sudah memerlukan perhatian khusus.

“Kualitas udara di Kota Ambon diperparah akibat kebakaran hutan dan lahan serta pengaruh El Nino yang mengakibatkan curah hujan sangat minim, memicu kekeringan di banyak tempat, menurunkan debit air, serta membuat hutan dan lahan sangat kering sehingga mudah terbakar walau hanya dari percikan api kecil,” bebernya.

Disisi lain, dirinya menegaskan larangan tegas terhadap pembakaran lahan maupun sampah.

“Sampah dilarang dibakar, sebaiknya ditimbun di tempat yang telah ditentukan. Kami akan mengupayakan pengangkutan rutin. Pembakaran akan memperburuk kualitas udara sekaligus memicu kebakaran yang lebih luas,” tandansnya.

Selain itu, pria smart itu mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala.

“Hal ini dilakukan guna memastikan dampak terhadap kesehatan masyarakat sehingga kedepan dapat diupayakan untuk mengendalikannya,” pungkas Gaspersz. (MT-01)

 

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *