“Tahun ini, tercatat sebanyak 25.300 calon prajurit siap dididik secara nasional, yang terdiri atas 6.200 kuota Bintara dan 19.100 kuota Tamtama,” jelas Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarno, S.I.P, M.Han.
Ambon,moluccastimes.id-Kodam XV/Pattimura melakukan terobosan inklusif dalam sistem rekrutmen prajurit TNI angkatan terbaru. Institusi militer ini menegaskan komitmennya untuk mendobrak sekat status sosial dan ekonomi dengan memberikan karpet merah bagi pemuda dari kalangan keluarga kurang mampu, anak yatim piatu, hingga pekerja sektor informal seperti tukang ojek untuk menjadi prajurit TNI.
Komitmen afirmasi kemanusiaan ini ditegaskan jajaran pimpinan Kodam XV/Pattimura dalam kegiatan kampanye kreatif penerimaan prajurit yang digelar via video conference (vicon) dari Ruang Yudha III Makodam XV/Pattimura, Ambon, Kamis 05/11/2026.
Langkah agresif ini diprioritaskan bagi putra-putri daerah yang berada di kawasan terpencil dan pulau terluar, salah satunya di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).
Melalui kebijakan ini, negara memastikan setiap anak bangsa memiliki hak dan kesempatan yang setara untuk mengabdikan diri di jalur militer tanpa terganjal latar belakang ekonomi.
“Tahun ini, tercatat sebanyak 25.300 calon prajurit siap dididik secara nasional, yang terdiri atas 6.200 kuota Bintara dan 19.100 kuota Tamtama,” jelas Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarno, S.I.P, M.Han.

Langkah sinergis Kodam ini langsung disambut cepat oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.
Bupati Malra, Muhammad Thaher Hanubun, memimpin langsung jajarannya, bersama Dandim 1503/Tual Letkol Inf. Andi Agussalim, perwakilan DPRD, kepala ohoi (desa), hingga para Babinsa untuk bergerak melakukan penjaringan di tingkat akar rumput.
Malra tercatat sebagai daerah pertama di Maluku yang mengambil aksi nyata mengawal kuota afirmasi ini.
Selain menekankan aspek pemerataan status sosial dan jaminan seleksi tanpa biaya, Pangdam XV/Pattimura memberikan atensi khusus pada persiapan dini calon peserta, terutama aspek kesehatan fisik yang dinilai menjadi poin paling krusial dalam kelulusan tim seleksi.
Melalui skema jemput bola hingga ke pelosok ohoi ini, Kodam XV/Pattimura optimistis barisan tentara masa depan Indonesia akan diwarnai oleh putra-putra terbaik daerah yang tangguh, berintegritas, dan lahir dari rahim masyarakat kecil.(MT-01)






