Ambil Sumpah & Lantik 38 Dokter, Rektor Unpatti Desak Pemda Berdayakan Lulusan Lokal Untuk Maluku

by -17 Views
Rektr Unpatti memberi selamat kepada dokter-dokter baru

Rektor menegaskan bahwa mencetak ratusan dokter tidak akan mengubah rapor kesehatan daerah jika tata laksana pemberdayaan pasca-lulus dari pemerintah daerah masih belum optimal.

Ambon,moluccastimes.id-Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menyoroti pentingnya tata kelola dan distribusi penempatan tenaga medis agar dampak hasil pendidikan kedokteran bisa dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir.

Rektor menegaskan bahwa mencetak ratusan dokter tidak akan mengubah rapor kesehatan daerah jika tata laksana pemberdayaan pasca-lulus dari pemerintah daerah masih belum optimal.

Pernyataan strategis tersebut ditegaskan Rektor di sela-sela upacara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dokter Baru ke-40 Fakultas Kedokteran Unpatti yang meluluskan 38 dokter baru di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Rabu 04/11/2026.

Sejak prodi kedokteran dibuka secara mandiri di Bumi Raja-Raja pada tahun 2008, Unpatti tercatat telah berhasil menyumbang sekitar 760 dokter bagi korps kesehatan nasional.

Kehadiran FK Unpatti memotong rantai ketergantungan geografis, sehingga generasi muda Maluku kini tidak perlu lagi merantau keluar pulau demi menempuh studi profesi medis yang berbiaya tinggi.

Kendati demikian, Prof. Fredy mengingatkan bahwa indikator kesuksesan makro pendidikan kedokteran terletak pada tahap outcome (dampak jangka panjang), bukan sekadar kuantitas output kelulusan di atas kertas.

Rektor mendesak pemangku kebijakan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk merumuskan regulasi penempatan yang jelas, terarah, dan berkelanjutan bagi para dokter lokal ini.

Tantangan pemenuhan hak kesehatan di Maluku sangat berkolerasi dengan karakteristik wilayah kepulauan dan keterbatasan akses transportasi.

Melalui momentum sumpah dokter ke-40 ini, lulusan kedokteran Unpatti diharapkan tidak menumpuk di pusat kota, melainkan didorong untuk mengambil peran garda depan dalam mengabdi di pulau-pulau terluar demi memangkas ketimpangan rasio dokter-pasien di Maluku.(MT-01)

 

 

..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *