Aktivitas Blok Masela Meningkat, Pemkab KKT Feat Pertamina Jamin Suplai BBM Di Saumlaki

by -11 Views

“Hingga Juli 2026, penyerapan kuota Biosolar subsidi pada dua SPBU tersebut baru mencapai 68%. Sebagai langkah antisipasi, Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk mengajukan penambahan kuota ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang ditargetkan terbit akhir Agustus ini,” ungkapnya.

Saumlaki,moluccastimes.id-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) bersama Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku bersinergi untuk memastikan keandalan suplai Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Biosolar subsidi di Saumlaki.

Langkah ini diambil guna merespons lonjakan aktivitas pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.

Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengungkapkan bahwa volume kendaraan angkutan barang dan material di lapangan meningkat sekitar 20% dibandingkan bulan lalu.

Kondisi ini memicu antrean kendaraan pengguna Biosolar, terutama pada pagi hari.

“Dapat kami sampaikan, ini bukan panic buying, tapi memang ada peningkatan aktivitas kendaraan pengguna Biosolar,” ujar Ispiani dalam keterangan tertulisnya, Kamis 06/08/2026.

Ispiani memastikan stok Biosolar subsidi di dua SPBU wilayah Saumlaki dan Fuel Terminal Saumlaki dalam kondisi aman.

“Hingga Juli 2026, penyerapan kuota Biosolar subsidi pada dua SPBU tersebut baru mencapai 68%. Sebagai langkah antisipasi, Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk mengajukan penambahan kuota ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang ditargetkan terbit akhir Agustus ini,” ungkapnya.

Guna menjaga kelancaran di lapangan, Pertamina menerapkan sejumlah upaya digital dan operasional,diantaranya memprioritaskan pengiriman Biosolar dari Fuel Terminal ke SPBU, mengatur ulang jam operasional, serta menertibkan antrean dengan melibatkan petugas SPBU, Pemda, dan aparat keamanan setempat.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, menyatakan pihak Pemda sedang memfinalisasi proyeksi peningkatan konsumsi BBM tersebut untuk segera dikirimkan kepada BPH Migas.

Ricky juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Masyarakat kami imbau jangan terpancing informasi yang belum dapat dipercayai dan tidak perlu panic buying. Bersama-sama kita jaga kondusivitas pengisian BBM, mari beli BBM sesuai dengan kebutuhannya,” tegas Jauwerissa. (MT-01)