Bantah Isu Nepotisme & Jawab Keluhan Warga, Pemkot Ambon Kebut Perbaikan Jalan & Air Bersih Tahun 2026

by -10 Views

“Pemerintah daerah tidak anti terhadap kritik ataupun penyampaian aspirasi, selama didasarkan pada data yang benar agar tidak menciptakan opini keliru yang menyesatkan publik,” tegasnya.

Ambon,moluccastimes.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memastikan seluruh program pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di wilayahnya berjalan murni berdasarkan mekanisme perencanaan daerah dan skala prioritas, bukan karena praktik nepotisme maupun latar belakang identitas masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemkot Ambon, DR. Ir. Ronald Lekransy, M.Si, Sabtu 22/08/2026, untuk merespons dinamika dan aspirasi warga terkait pemerataan proyek jalan dan air bersih.

Lekransy menegaskan bahwa Wali Kota Ambon Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si dan Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, S.Sos berkomitmen penuh menjaga transparansi dan profesionalisme tata kelola pemerintahan.

Dasar Penentuan Prioritas Pembangunan

Menurut Lekransy, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon selalu berpatokan pada dokumen resmi seperti Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), rencana pembangunan daerah, serta kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Penentuan lokasi proyek tidak memandang faktor suku, agama, atau golongan, melainkan diukur berdasarkan instrumen teknis yang jelas yaitu £.Tingkat kerusakan infrastruktur di lapangan
£.Kepadatan penduduk di wilayah terdampak.
£.Nilai strategis jalur bagi pelayanan umum.
£.Kelayakan teknis hasil survei lapangan.

Terbatasnya anggaran daerah membuat Pemkot Ambon menerapkan sistem penanganan bertahap, sehingga pembangunan belum bisa dieksekusi secara serentak di semua titik.

Realisasi Proyek Jalan dan Air Bersih 2026

Memasuki tahun anggaran 2026, sejumlah proyek pemeliharaan jalan di beberapa kecamatan kini mulai berjalan :
£. Jalan Tsanawiyah (Kampung Kisar, Desa Batu Merah), Proses tender kompetisi dijadwalkan pada Senin 24/8/2026 dengan pagu Rp600 juta.
£. Jembatan Jodoh, Pemeliharaan jalan aspal dengan pagu Rp1 miliar sudah selesai ditender dan ditargetkan mulai dikerjakan di lapangan minggu depan.
£. Program Zero Hole, Penanganan kerusakan ringan berupa penambalan lubang jalan disiapkan untuk kawasan Jalan Gunung Malintang dan Kanawa.
£. Dukungan Pusat (Inpres Jalan Daerah), Pemkot Ambon berhasil meloloskan bantuan anggaran pusat dari Kementerian PU untuk perbaikan jalan di area Waiheru, Nania, dan Wailete.

Sementara untuk sektor air bersih periode 2024–2026, dinas teknis mengalokasikan program pengembangan jaringan dan perbaikan kebocoran di 24 lokasi. Total panjang pipa yang dikerjakan mencapai 12.426 meter di bawah wilayah kerja PT Perumda Tirta Yapono.

Untuk wilayah konsesi PT DSA (mencakup Karang Panjang, sebagian Batu Merah, Pandan Kasturi, dan sebagian Hative Kecil), Lekransy menyebutkan bahwa pemenuhan air bersih di kawasan Batu Merah saat ini masih dalam proses hukum dengan Pemkot Ambon.

Imbauan Terkait Disinformasi

Menutup keterangannya, Lekransy meminta masyarakat untuk lebih selektif dalam menyerap informasi dan tidak mudah mengambil kesimpulan dari isu yang beredar di media sosial.

Warga diimbau memanfaatkan kanal komunikasi resmi milik Pemkot Ambon jika ingin melakukan konfirmasi data.

“Pemerintah daerah tidak anti terhadap kritik ataupun penyampaian aspirasi, selama didasarkan pada data yang benar agar tidak menciptakan opini keliru yang menyesatkan publik,” tegasnya.(MT-01).