Bidik Industri Maritim Hijau, Mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan Unpatti Bersiap Jadi Marine Surveyor

by -6 Views
Suasana kuliah tamu

“Kolaborasi nyata ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa di luar teori kelas, tetapi juga menjadi masukan krusial untuk pengembangan kurikulum pembelajaran dan persiapan akreditasi program studi ke depan,” tandas Tentua.

Ambon,moluccastimes.id-Perkembangan global menuju era pelayaran ramah lingkungan (green shipping) membuka peluang karier yang sangat luas bagi generasi muda Maluku.

Koor ProdiTeknik Sistem Perkapalan Unpatti, Dr. Novitha L. Th. Thenu, S.T., M.T.

Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Teknik Sistem Perkapalan Universitas Pattimura (Unpatti) membekali mahasiswanya agar siap terjun ke dunia industri maritim sebagai Marine Surveyor profesional.

Kesiapan ini dimatangkan melalui kuliah tamu bertajuk “Menjaga Kapal Tetap Laik Laut di Era Pelayaran Hijau: Belajar dari Praktik Lapangan dan Peluang Karier bagi Lulusan Teknik Sistem Perkapalan” yang digelar di Aula UPT TIK Lantai 3 Universitas Pattimura, Rabu 04/11/2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tahun kedua kerja sama strategis antara Unpatti dengan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) Cabang Pratama Ambon (BKI).

Wadek Bid Akademik FT Unpatti, Ir. Benjamin Golfin Tentua, S.T., M.T.,

Koordinator Program Studi Teknik Sistem Perkapalan Unpatti, Dr. Novitha L. Th. Thenu, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa sinergi dengan BKI sengaja diperkuat karena lembaga klasifikasi kapal nasional ini memiliki keterkaitan langsung dengan kompetensi mahasiswa.

Sebagai garda depan yang menguasai sistem permesinan kapal, lulusan prodi ini memiliki peluang besar untuk berkarier di bidang pengujian, inspeksi, audit regulasi kapal (TICCS), hingga industri galangan kapal.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Unpatti, Ir. Benjamin Golfin Tentua, S.T., M.T., menekankan pentingnya interaksi berkala antara mahasiswa, dosen, dan para praktisi lapangan.

“Kolaborasi nyata ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa di luar teori kelas, tetapi juga menjadi masukan krusial untuk pengembangan kurikulum pembelajaran dan persiapan akreditasi program studi ke depan,” tandas Tentua.

Dalam kuliah tamu tersebut, Junior Surveyor BKI Cabang Pratama Ambon, Yeheskiel Hubert Parluhutan, S.T., B.Eng., hadir membagikan pengalaman taktisnya mengenai seluk-beluk menjaga kelaiklautan kapal di tengah ketatnya regulasi teknologi ramah lingkungan saat ini.

Melalui transfer pengetahuan langsung dari praktisi industri, mahasiswa diharapkan mampu lulus sebagai tenaga kerja kompeten yang siap menjawab kebutuhan riil lapangan kerja maritim internasional.(MT-01)