“Hal ini diperlukan juga untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM) Kota Ambon. Mengingat saat ini capaian literasi Kota Ambon pada penilaian tahun 2025 belum maksimal. Sesuai data, dari 204 sekolah sasaran, hanya 115 sekolah yang masuk dalam sampel penilaian. Kondisi itu berdampak pada capaian Tingkat Gemar Membaca sebesar 59,75 dan IPLM sebesar 11,74,” rincinya.
Ambon,moluccastimes.id-Minimnya kebiasaan membaca buku di kalangan pelajar Indonesia menjadi suatu alarm bagi bangsa dan negara. Sesuai data Internasional secara konsisten menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa Indonesia masih berada di level bawah.
Hal tersebut dianalogikan dalam Tragedi Nol Buku lewat pandangan budayawan Indonesia, Taufik Ismail.
“Analogi ini harus menjadi daya pengingat akan budaya membaca yang harus terus dibangun sejak usia dini agar anak-anak memiliki kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, dan mencintai ilmu pengetahuan,” ungkap Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos saat membuka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Kota Ambon 2026 yang berlangsung Senin, 20/07/2026.
Survei menunjukkan minat baca masyarakat Indonesia harus semakin ditingkatkan.
“Mengingat dalam era saat ini, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu menggunakan gawai untuk mengakses media sosial dan menikmati berbagai konten digital. Disinilah letak tantangan semua pihak dalam memastikan budaya membaca tetap tumbuh di era digital,” lugas ibu empat anak itu.
Oleh karena itu, sambungnya, Pemkot Ambon mendorong setiap satuan pendidikan menghadirkan program literasi yang berkelanjutan, salah satunya lewat Lomba Bertutur besutan Dinas perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon. Selain itu, program Library Day juga harus dilakukan oleh setiap sekolah secara rutin.
“Dengan demikian ada penguatan budaya literasi bagi anak-anak. Banyak hal yang dapat dilakukan dalam Library Day misalnya mempelajari kosakata baru, menyusun kalimat, hingga membuat rangkuman menggunakan bahasa mereka sendiri,” tegasknya.
Program-program yang dilakukan pihak sekolah, lanjutnya harus terintegrasi dan terkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan serta seluruh pemangku kepentingan.
“Hal ini diperlukan juga untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM) Kota Ambon. Mengingat saat ini capaian literasi Kota Ambon pada penilaian tahun 2025 belum maksimal. Sesuai data, dari 204 sekolah sasaran, hanya 115 sekolah yang masuk dalam sampel penilaian. Kondisi itu berdampak pada capaian Tingkat Gemar Membaca sebesar 59,75 dan IPLM sebesar 11,74,” rincinya.
Disisi lain, Srikandi Kota Ambon ini menilai, Lomba Bertutur bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sebagai media membentuk karakter anak melalui kebiasaan membaca.
“Dengan membaca dan menceritakan kembali isi buku, anak-anak dilatih memahami informasi, mengembangkan imajinasi, meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, sekaligus membangun rasa percaya diri,” ucapnya.
Toisutta berharap, Lomba Bertutur besutan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon menjadi agenda berkelanjutan untuk meningkatkan budaya literasi, melestarikan cerita rakyat Nusantara, serta membentuk generasi muda Kota Ambon yang cerdas, berkarakter, dan mencintai warisan budaya bangsa.(MT-01)
