“Hanya dengan mengandalkan Kuasa Tuhan, MPK GPM Pulau Ambon telah menyaksikan dan merasakan kasih setia dan pemeliharaanNya yang nyata selaku para Pelayan bersama warga jemaat se-Klasis Pulau Ambon (16.474 KK dan 64.821 jiwa) sekaligus sebagai warga masyarakat/bangsa,” pendeta berkacamata itu mengakui.
Ambon,moluccastimes.id-Sejumlah capaian Majelis Pekerja Klasis (MPK) GPM Pulau Ambon masa pelayanan tahun 2025 memberikan gambaran bahwa penyertaan Tuhan Yesus Kristus dengan anugerahNya sangat luar biasa.
Menurut Ketua Majelis Pekerja Klasis (MPK) GPM Pulau Ambon, Pdt. W.A. Beresaby, S.Th, sesungguhnya, Gereja hidup karena anugerah Allah dan harus menjadi spirit dalam seluruh rangkaian penyelenggaraan persekutuan, pelayanan, dan kesaksian sebagai Tubuh Kristus.
Demikian ucapannya dalam pidato pembukaan Sidang ke-57 Klasis Pulau Ambon, bertempat di gedung Gereja Karn Hattin Jemaat GPM Seilale, Minggu 15/02/2026.
Disebutkan, MPK GPM Pulau Ambon telah menjadi tuan dan nyonya rumah yang baik dalam helatan Sidang ke-39 Sinode GPM tahun 2025 lalu. Bukan saja menyediakan segala kebutuhan persidangan sinode, namun menjadikan setiap keluarga sebagai bagian dan menjadi ruang gumul Sidang Ke-39 Sinode GPM.
“Hanya dengan mengandalkan Kuasa Tuhan, MPK GPM Pulau Ambon telah menyaksikan dan merasakan kasih setia dan pemeliharaanNya yang nyata selaku para Pelayan bersama warga jemaat se-Klasis Pulau Ambon (16.474 KK dan 64.821 jiwa) sekaligus sebagai warga masyarakat/bangsa,” pendeta berkacamata itu mengakui.

Selanjutnya, pelaksanaan Persidangan Klasis tahun 2026 ini digelar saat seluruh umat Kristiani memasuki Minggu Sengsara I Tuhan Yesus.
“Kiranya, ziarah iman ini semakin meneguhkan kita untuk berani melangkah di jalan penderitaan dan pengorbanan Tuhan Yesus. Bukan untuk menghancurkan atau mematikan, tetapi menyatukan, memulihkan, dan menyelamatkan. Dalam kesadaran itulah, marilah kita memberi dukungan bagi basudara umat Islam yang beberapa hari lagi akan yang menjalani Ibadah Puasa,” lugas pria smart itu.
Beresaby menyatakan syukur karena sejumlah event juga telah terlaksana dengan baik.
“Persidangan Jemaat pada 25 Jemaat, MPPD ke-37 AMGPM Daerah Pulau Ambon dan Rapat Kerja Tahunan YPPK Dr. J.B. Sitanala Cabang Pulau Ambon telah terlaksana dengan baik,” timpalnya.
Sementara pelaksanaan Sidang ke-57 Klasis GPM Pulau Ambon ini, menurutnya menjadi bagian utuh dari pergumulan Sidang ke-39 Sinode GPM tahun 2025 yang telah menetapkan Tema 2025-2030 : ANUGERAH ALLAH MELENGKAPI DAN MENEGUHKAN GEREJA MENUJU SATU ABAD, dengan Sub Tema : Layanilah Umat dengan tekun sesuai Kasih Allah.
“Tema dan Sub tema ini menjadi inspirasi teologi dalam upaya membangun semua aspek kehidupan, dimulai dari keluarga ditengah tantangan kemajuan dan perubahan zaman sebagai persekutuan orang-orang percaya (=gereja) sekaligus sebagai warga masyarakat dan bangsa, serta warga bumi. Demikianlah GPM akan meneruskan pesan injili Kristus menuju momentum satu Abad GPM,” akunya.
Disisi lain, dirinya juga mengingatkan kesiapan jemaat-jemaat menyongsong Peneguhan Sidi Gereja pada Minggu, 29 Maret 2025.
“Pesan Gembala dalam Sidang Ke-56 Klasis GPM Pulau Ambon telah menegaskan tidak diperbolehkan melakukan acara syukur pada saat Jumat Agung. Tetapi terapkan pola Ugahari dengan sikap bersyukur sebagai wujud pertumbuhan rohani, bukan pesta-pora dan mabuk-mabukan. Berikan perhatian bagi kualitas iman dan kehidupan Anak-Remaja dan Pemuda, sehingga tidak terjebak dalam pesta pora ditengah kesulitan ekonomi yang dihadapi,” tegasnya.
Secara khusus, dirinya juga memberikan apresiasi kepada Majelis Jemaat Airlouw dan Waimahu yang telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan yakni tracing HIV/AIDS bagi para calon Sidi Gereja tahun 2025 lalu.
“Diharapkan semua jemaat dapat melaksanakan langkah yang sama sebelum kegiatan ”Kepriksaan”. Jika, tracing HIV/AIDS bagi rata-rata 1.000 calon Sidi Gereja dilaksanakan, maka selama masa pelayanan ini, kita akan menyelamatkan masa depan +5.000 warga gereja,” demikian Ketua Klasis berapresiasi.
Bagi Jemaat Rehoboth, dirinya juga mengapresiasi inisiatif memberikan surat Baptis dan surat Sidi secara gratis.
“Karena itu sebagai gereja kita tidak boleh lelah dan lengah, karena jika demikian kita menjadi tidak relevan dalam peran kita sebagai pembawa kabar baik bagi dunia (Lukas 4 : 18-19),” tandasnya.(MT-01)

i
s

09
-6



