“Dorongan yang kita berikan ini diharapkan dapat memacu serta memberdayakan UMKM. Sebab ada dampak positif yang dihasilkan, selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga membuka lapangan kerja. Tahun 2026 ini, kita akan perluas akses pasar dan pendampingan usaha melalui kerjasama perguruan tinggi, BUMN, dan sektor swasta, sehingga terus berkelanjutan,” aku Wattimena, Rabu 07/01/2026.
Ambon,moluccastimes.id-Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kerakyatan di Kota Ambon makin menemukan pijakannya. Hal ini ditandai dengan pemberian bantuan serta pendampingan usaha yang disponsori oleh Pemerintah Kota Ambon kepada para pelaku usaha yang ada sejak 2025.
Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si menyatakan Pemkot Ambon terus mendorong agar ekonomi di Kota Ambon semakin menguat melalui pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Dorongan yang kita berikan ini diharapkan dapat memacu serta memberdayakan UMKM. Sebab ada dampak positif yang dihasilkan, selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga membuka lapangan kerja. Tahun 2026 ini, kita akan perluas akses pasar dan pendampingan usaha melalui kerjasama perguruan tinggi, BUMN, dan sektor swasta, sehingga terus berkelanjutan,” aku Wattimena, Rabu 07/01/2026.
Program Pengembangan UMKM 2025
Menurut ayah tiga anak itu, program pengembangan UMKM selama 2025 mencakup pelatihan manajemen keuangan, peningkatan kualitas produk agar sesuai standar nasional, hingga strategi pemasaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Para pelaku UMKM juga mendapat pendampingan digital, mulai dari pembuatan toko daring, pengelolaan media sosial, hingga penerapan sistem pembayaran non-tunai. Dengan demikian pelaku UMKM melek digital, sehingga mampu memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
“Ada sekitar 715 UMKM penerima bantuan yang dilakukan melalui seleksi ketat oleh Dinas Perindustrian Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon. Yang diprioritaskan adalah usaha yang berpotensi tumbuh dan menyerap tenaga kerja lokal, khususnya sektor makanan khas Ambon seperti pisang epe dan sagu lihing, kerajinan tangan berbasis kayu dan anyaman lokal, serta usaha pendukung pariwisata seperti homestay dan jasa pemandu wisata. Selain memperkuat identitas budaya Ambon dan berdampak langsung pada ekonomi daerah,” jelas Wattimena
Selain UMKM, lanjutnya 40 koperasi berhasil mendapatkan sertifikasi resmi, mulai dari sertifikasi manajemen mutu, keamanan pangan, hingga sertifikasi keberlanjutan bagi koperasi perikanan dan kelautan. Sertifikasi ini membuka peluang koperasi untuk menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.
Ditambahkan juga, puluhan Koperasi Merah Putih di berbagai kecamatan seperti Sirimau, Teluk Ambon, dan Baguala kini telah mengantongi Akta Pendirian, Surat Izin Usaha Koperasi (SIUK), serta kepastian lahan operasional.
Sebagian koperasi tersebut bergerak di sektor pertanian, perikanan, hingga layanan dasar seperti air bersih dan listrik hemat biaya. Bahkan, beberapa telah memanfaatkan lahannya untuk membangun pusat produksi modern dan fasilitas pembelajaran masyarakat.
“Diharapkan apa yang dicapai tahun 2025 lalu, terus mendapat pengembangan yang kesemuanya nanyi bermuara pada kesejahteraan masyarakat Kota Ambon sekaligus pencapaian 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon yang dicanangkan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota,” kuncinya.(MT-01)

m
e

09
-6



