Darurat Vandalisme Di Bandara Pattimura, Keran Hilang Hingga Wastafel Tersumbat Picu Reaksi Keras Manajemen

by -11 Views

Menanggapi situasi darurat tersebut, pengelola bandara langsung mengambil tindakan tegas dengan meluncurkan kampanye “Budaya Rawat Fasilitas” secara besar-besaran bagi seluruh pengguna jasa dan pekerja bandara

Ambon,moluccastimes.id-Aksi vandalisme dan penjarahan fasilitas sanitasi yang marak terjadi di area kargo Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon memicu reaksi keras dari pihak manajemen.

Menanggapi situasi darurat tersebut, pengelola bandara langsung mengambil tindakan tegas dengan meluncurkan kampanye “Budaya Rawat Fasilitas” secara besar-besaran bagi seluruh pengguna jasa dan pekerja bandara, Kamis 13/08/2026.

Langkah agresif ini diambil menyusul temuan hilangnya berbagai aset fasilitas sanitasi di area toilet kargo, dugaan pemborosan air secara masif, hingga penyumbatan parah pada wastafel dan kloset akibat pembuangan sampah serta tisu secara sembarangan.

Area operasional dan kargo yang seharusnya menjadi objek vital kini mendapat pengawasan ketat.Manajemen bandara langsung mengeluarkan peringatan simpatik namun sangat tegas, khususnya di wilayah kargo dan airside.

Seluruh mitra kerja dipaksa mematuhi tiga aturan esensial tanpa toleransi yaitu menghentikan pemborosan air bersih, dilarang keras merusak atau memindahkan inventaris bandara (keran air dan tempat sampah), serta wajib membuang tisu pada tempatnya guna mencegah kerusakan lingkungan terminal.

General Manager Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, menegaskan bahwa disiplin kerja dan profesionalisme sedang dipertaruhkan.

“Bandara adalah rumah bersama yang kenyamanannya harus dijaga oleh setiap orang yang beraktivitas di dalamnya,” tegas pria smart itu.

Pihak manajemen optimis, melalui penertiban dan kesadaran kolektif ini, ekosistem gerbang udara Maluku ini dapat diselamatkan dari kerusakan demi mempertahankan standar pelayanan internasional.(MT-1)