“Delen Met Jullie”, Edukasi Bahasa & Budaya Lokal Perkuat Komitmen Kota Ramah Anak

by -5 Views
dok. RRI. co.id

“Momentum Hari Anak Nasional harus menjadi penguat komitmen bersama antara pemerintah, orang tua, dan komunitas. Pemkot Ambon berupaya keras memfasilitasi ruang kreatif yang inklusif agar anak-anak dapat tumbuh, bermain, dan belajar tanpa rasa takut. Karena setiap anak berhak atas lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang untuk mendukung perkembangan optimal mereka,” jelas Sekda.

Ambon,moluccastimes.id-Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk memastikan pemenuhan hak anak secara utuh, mulai dari penyediaan lingkungan belajar yang aman hingga penguatan karakter berbasis kearifan lokal.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kota Ambon, R. Sapulette, ST. MT, saat menghadiri Pagelaran Anak “Delen Met Jullie” (Berbagi Deng Ale Dong-red) bertempat di Aula Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Sabtu 25/07/2026.

Acara kreatif yang diinisiasi oleh Komunitas Delen Met Jullie ini digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Melalui metode belajar di luar kelas menggunakan media puisi, lagu, dan gerak, anak-anak diajak untuk mengenal bahasa Belanda dengan cara yang menyenangkan.

“Momentum Hari Anak Nasional harus menjadi penguat komitmen bersama antara pemerintah, orang tua, dan komunitas. Pemkot Ambon berupaya keras memfasilitasi ruang kreatif yang inklusif agar anak-anak dapat tumbuh, bermain, dan belajar tanpa rasa takut. Karena setiap anak berhak atas lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang untuk mendukung perkembangan optimal mereka,” jelas Sekda.

Sapulette juga mengapresiasi inovasi metode pembelajaran non-konvensional yang disuguhkan panitia melalui asah kreativitas dan rasa percaya diri anak, dengan menyisipkan edukasi praktis seperti pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Dirinya memberikan apresiasi kepada Komunitas Delen atas inovasi metode belajar di luar kelas melalui media puisi, lagu, dan gerak.

“Semoga generasi muda Ambon aktif menguasai bahasa asing sebagai bekal global, namun tetap menjaga identitas budaya lokal dan nilai kebhinekaan Indonesia. Menguasai bahasa asing adalah kunci menghadapi tantangan masa depan, namun jangan pernah melupakan jati diri sebagai anak Ambon yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kasih sayang, dan kedamaian,” pesan Sekda. (MT-01)