“Penguatan literasi digital sejalan dengan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ambon, khususnya misi Mewujudkan Ambon Manise yang Inklusif. Salah satu fokusnya adalah peningkatan pemenuhan hak dan perlindungan anak, perempuan, pemuda, penyandang disabilitas, serta lansia. Atas dasar itu, Kominfo Kota Ambon memfokuskan program literasi digital bagi anak dan mendorong kolaborasi yang kuat bersama orang tua,” jelas Lekransy.
Ambon,moluccastimes.id-Dalam dunia serba digital ini, orang tua dituntut tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga pendamping yang paham teknologi.
Demikian ketegasan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon, Dr Ronald H Lekransy, disela pemaparan Literasi Digital Bagi Orangtua di Aula Jemaat GPM Eden Kudamati, Sabtu 13/12/2025.
“Penguatan literasi digital sejalan dengan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ambon, khususnya misi Mewujudkan Ambon Manise yang Inklusif. Salah satu fokusnya adalah peningkatan pemenuhan hak dan perlindungan anak, perempuan, pemuda, penyandang disabilitas, serta lansia. Atas dasar itu, Kominfo Kota Ambon memfokuskan program literasi digital bagi anak dan mendorong kolaborasi yang kuat bersama orang tua,” jelas Lekransy.

Menurut Lekransy, membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak terkait penggunaan teknologi merupakan kunci utama.
“Orang tua diharapkan menciptakan suasana terbuka agar anak merasa nyaman berbagi pengalaman mereka di dunia maya. Diskusi bisa mencakup isu cyberbullying, privasi digital, hingga pentingnya menjaga data pribadi,” jelasnya.
Ia menegaskan, kepada 100 orang tua yang hadir bahwa literasi digital bagi orang tua bukan lagi pilihan, melainkan keharusan di era saat ini.
“Dengan mengawasi aktivitas online anak, memberikan edukasi digital, membangun komunikasi yang baik, serta menjadi teladan dalam penggunaan teknologi, orang tua dapat membantu anak berkembang secara sehat dan positif di dunia digital.Pendampingan orang tua akan menentukan bagaimana anak memanfaatkan teknologi, apakah menjadi peluang atau justru ancaman,” pungkas Lekransy.(MT-01)

m
e


09
-6



