Jangan Cuma Ikut Tren: BEI Ingatkan Investasi Pasar Modal Adalah ‘Maraton’, Bukan Adu Cepat

by -18 Views

“Seperti marathon, investasi bukan sekadar tentang seberapa cepat kita memulai atau seberapa jauh kita ingin melangkah, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri, menjaga ritme, dan tetap konsisten untuk mencapai tujuan,” ujar Jeffrey saat membuka acara CMSE 2026, Kamis 05/11/2026.

Jakarta,moluccastimes.id-Jumlah investor pasar modal di Indonesia mencatatkan lonjakan fantastis hingga menembus angka 32,7 juta Single Investor Identification (SID) per 15 Oktober 2026.

Dari total tersebut, sebanyak 10,3 juta di antaranya merupakan investor saham. Namun, di balik euforia pertumbuhan angka ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan catatan kritis: penambahan jumlah investor wajib dibarengi dengan pemahaman risiko yang mendalam, bukan sekadar ikut-ikutan tren.

Pesan kuat ini menjadi sorotan utama dalam pembukaan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 yang berlangsung di Main Hall BEI, Jakarta, pada 5–7 November 2026.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa membangun masa depan keuangan tidak bisa dilakukan secara instan. Beliau mengibaratkan aktivitas investasi seperti olahraga lari jarak jauh.

“Seperti marathon, investasi bukan sekadar tentang seberapa cepat kita memulai atau seberapa jauh kita ingin melangkah, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri, menjaga ritme, dan tetap konsisten untuk mencapai tujuan,” ujar Jeffrey saat membuka acara CMSE 2026, Kamis 05/11/2026.

Menepis FOMO dengan Edukasi Finansial

Peningkatan partisipasi masyarakat ini menjadi momentum krusial bagi industri keuangan untuk menekan angka pertumbuhan investor yang tidak teredukasi (fear of missing out atau FOMO).

BEI menilai masyarakat tidak boleh hanya tergiur oleh potensi keuntungan, melainkan harus mengenali profil risiko dan karakteristik setiap produk keuangan.

Melalui kampanye #AkuInvestorSaham, BEI terus berupaya mengikis stigma bahwa investasi pasar modal hanya untuk kalangan tertentu.

Kampanye ini mendorong inklusivitas agar masyarakat dari berbagai latar belakang dapat mulai merencanakan keuangan sesuai kemampuan riil mereka.

Berburu Bekal Literasi di CMSE 2026

Sebagai bentuk nyata perluasan literasi, CMSE 2026 menyediakan ruang edukasi berskala besar melalui kehadiran 88 booth dan lebih dari 100 tenant dari berbagai ekosistem pasar modal, mulai dari OJK, Manajer Investasi, Anggota Bursa, hingga DJPPR Kementerian Keuangan.

Sepanjang tiga hari penyelenggaraan, fokus acara diarahkan pada pembekalan instrumen masa depan yang adaptif. Beberapa agenda strategis yang dihadirkan antara lain :

• Pengenalan ESG: Peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh PHEI sebagai respons terhadap tren investasi berkelanjutan.
• Modernisasi Teknologi: Sesi khusus mengenai pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam pengelolaan keuangan dan dunia investasi.
• Diversifikasi Produk: Edukasi mengenai instrumen alternatif seperti pasar modal syariah hingga Exchange-Traded Fund (ETF) Emas.

Melalui pendekatan edukasi yang komprehensif ini, otoritas bursa berharap lonjakan 32,7 juta investor ini bertransformasi menjadi pondasi yang kokoh bagi pertumbuhan ekonomi nasional, didorong oleh investor domestik yang cerdas, terencana, dan resilien terhadap risiko pasar.(MT-01)