Prosesi ini menandai dimulainya studi perdana bagi tiga calon dokter spesialis bedah yaitu dr. Andi Roosdiyanah Mutiah Rusdi, dr. Devimia Merryanti, dan dr. Helmi Foster Lesnussa, dan tiga spesialis obstetri dan ginekologi, yaitu dr. Andhika Norris Frabes, dr. Jemmima Sartika Sainlia, dan dr. Nadia Azpia Tuasikal.
Ambon,moluccastimes.id-Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti) mengukir sejarah baru dalam dunia pendidikan medis di Maluku.
Sebanyak 6 calon peserta didik baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Tahun Akademik 2026 secara resmi menandatangani Pakta Integritas yang berlangsung di Ruang Dekan FK Unpatti, Senin 20/07/2026.
Prosesi ini menandai dimulainya studi perdana bagi tiga calon dokter spesialis bedah yaitu dr. Andi Roosdiyanah Mutiah Rusdi, dr. Devimia Merryanti, dan dr. Helmi Foster Lesnussa, dan tiga spesialis obstetri dan ginekologi, yaitu dr. Andhika Norris Frabes, dr. Jemmima Sartika Sainlia, dan dr. Nadia Azpia Tuasikal.
Momentum ini menandai kemandirian Maluku dalam mencetak tenaga medis spesialis demi memotong keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah kepulauan.
Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, MHPEd., Ph.D., menjelaskan bahwa pakta integritas ini merupakan komitmen tertulis para calon dokter spesialis untuk menyelesaikan kewajiban akademik, menaati pembiayaan, dan mematuhi aturan hukum yang berlaku.
dr. Farah juga menyoroti pentingnya kolaborasi pembiayaan dari pemerintah daerah.
“Hingga saat ini, baru Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yang secara resmi menjalin kerja sama pembiayaan. Kami berharap pemerintah kabupaten/kota lain di Maluku dapat segera menyusul demi memberikan kesempatan bagi dokter-dokter lokal di daerah mereka,” harap Noya.
Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., mengakui bahwa perjalanan mengembangkan PPDS di Maluku menghadapi tantangan berat, baik internal maupun eksternal.
“Salah satu kendala terbesar saat ini adalah keterbatasan jaringan rumah sakit pendidikan.Saat ini, RSUD Dr. M. Haulussy masih menjadi tumpuan utama sebagai rumah sakit pendidikan dasar bagi para mahasiswa PPDS,” ungkap Rektor.
Karena itu, dirinya mengajak seluruh pemangku kepentingan termasuk pemerintah pusat dan daerah untuk ikut turun tangan membangun fasilitas penunjang medis demi kesuksesan program spesialis ini.
Sementara itu, mewakili Gubernur Maluku, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Maluku, Dr.sc.agr.drh. Faradilla Attamimi, M.TAPSc memberikan apresiasi tinggi kepada FK Unpatti.
“Keberhasilan FK Unpatti membuka seleksi PPDS ini sejalan dengan program prioritas (quick wins) Presiden Republik Indonesia dalam mempercepat pemerataan dokter spesialis di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T),” tandas Faradilla.
Sementara itu, Wali Kota Ambon, yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rustam Simanjuntak, S.T., MT serta Dinas Kesehatan Kota Ambon, turut menyatakan komitmen penuhnya untuk mendukung keberlanjutan program ini agar kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Ambon dapat meningkat secara signifikan.(MT-01)
