“Program ini menunjukkan bahwa ketika generasi muda diberikan kesempatan dan dukungan yang tepat, mereka akan mampu berkembang dan berprestasi secara maksimal. Unpatti selalu siap meningkatkan kemitraan yang sungguh-sungguh membawa manfaat bagi generasi muda,” ujar Prof. Fredy Leiwakabessy.
Ambon,moluccastimes.id-Universitas Pattimura (Unpatti) sukses melahirkan generasi muda Maluku yang siap bersaing di kancah global. Melalui kerja sama strategis dengan Indonesian International Education Foundation (IIEF) dan Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat, sebanyak 40 peserta dari keluarga kurang mampu berhasil menyelesaikan program English Access Scholarship Program Site Ambon.
Keberhasilan program yang berjalan selama dua tahun (periode 2024–2026) ini dirayakan dalam acara Access Graduation and Showcase Ceremony yang digelar di Aula Rektorat Unpatti, Kamis 17/09/2026.
Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menyatakan bahwa penguasaan Bahasa Inggris di era digital bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan senjata utama menghadapi persaingan global.
Ia menegaskan, keterbatasan finansial tidak boleh memutus mimpi anak-anak Maluku untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
“Program ini menunjukkan bahwa ketika generasi muda diberikan kesempatan dan dukungan yang tepat, mereka akan mampu berkembang dan berprestasi secara maksimal. Unpatti selalu siap meningkatkan kemitraan yang sungguh-sungguh membawa manfaat bagi generasi muda,” ujar Prof. Fredy Leiwakabessy.
Buka Akses, Runtuhkan Privilege
Beasiswa penuh tanpa biaya kursus ini diberikan secara selektif kepada 20 siswa jenjang SMA dan 20 mahasiswa semester awal Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Unpatti yang berlatar belakang keluarga kurang mampu.
Selama 24 bulan, para peserta digembleng menggunakan metode pembelajaran hybrid yang terhubung dengan peserta English Access dari berbagai provinsi lain. Mereka tidak hanya belajar tata bahasa, tetapi juga dilatih berpikir kritis melalui program community service di panti asuhan serta kegiatan English Camp.
Deputy Director IIEF, Henny Yonathan, menegaskan bahwa kelulusan ini merupakan pintu awal bagi para peserta untuk bermimpi lebih tinggi.
“Kemampuan diri dan Bahasa Inggris bukan merupakan privilese, melainkan bagian dari hak generasi muda untuk memperoleh kesempatan bersaing dan membawa nama Indonesia ke panggung dunia,” tegas Henny Yonathan.
Bukti Nyata Melalui Showcase Karya
Koordinator English Access Site Ambon, Stella Rose Que, S.S, M.A., menjelaskan bahwa Unpatti memenangkan kesempatan emas ini setelah bersaing mengajukan proposal ke pihak RELO Kedubes AS. Hasil kerja keras selama empat semester tersebut dibuktikan langsung oleh para peserta dalam acara kelulusan.
Di hadapan orang tua dan tamu undangan, para peserta dengan percaya diri mempresentasikan poster hasil karya mereka sepenuhnya menggunakan Bahasa Inggris.
Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat resmi dan penayangan kilas balik perjalanan inspiratif para peserta dalam mendobrak keterbatasan demi menguasai bahasa internasional.(MT-01)
